Monday, April 27, 2009

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INTERAKTIF PADA KONSEP SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam
menentukan bagi perkembangan dan pembangunan bangsa dan negara.
kemajuan suatu bangsa bergantung pada bagaimana bangsa tersebut
mengenali, menghargai dan memanfaatkan sumber daya manusia dalam hal
ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota
masyarakat terutama kepada pesrta didik.
Pendidikan merupakan salah satu sektor penting penentu keberhasilan
pembangunan nasional, baik dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya
manusia dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan dalam
mewujudkan cita-cita pembangunan nasional sebagaimana yang tercantum
dalam UU Sisdiknas Bab II pasal 3 yang berbunyi:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
pesrerta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif
mandiri, dan menjadi warga negar yang demokratis serta bertanggung jawab.1
Tujuan sistem pendidikan nasional juga berfungsi memberikan arah
pada semua kegiatan pendidikan dalam satu-satuan pendidikan yang ada.
Tujuan pendidikan nasional tersebut, merupakan tujuan umum yang hendak
dicapai oleh semua satuan pendidikan nasional tersebut, merupakan tujuan
umum yang hendak dicapai oleh semua satuan pendidikannya, meskipun
setiap satuan pendidikan tersebut mempunyai tujuan sendiri-sendiri, namun
semua itu tidak terlepas dari tujuan pendidikan nasional yang ada.
1 Diknas, Undang-undang Tentang Sisdiknas dan Peraturan Pelaksanannya 2000-2004,
(Jakarta: Tamita Utama, 2004), h. 7
2
Pendidikan biologi merupakan bagian dari pendidikan sains dan
sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah yang diharapkan dapat mencapai
tujuan pendidikan nasional yang ada. Biologi merupakan wahana untuk
meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan sikap serta bertanggung jawab
kepada lingkungan. Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan
memahami alam dan makhluk hidup secara sistematis sehingga pembelajaran
biologi bukan hanya penguasaan kumpulan-kumpulan fakta tetapi juga proses
penemuan.
Selain itu Biologi merupakan salah satu pendidikan dan langkah awal
bagi seorang anak mengenal dan memahami konsep-konsep tentang alam
untuk membangun keahlian dan kemampuan berpikirnya agar dapat berperan
aktif menerapkan ilmunya dalam dunia teknologi. Untuk merealisasikan hal
tersebut maka harus terjadi peningkatan mutu pendidikan dalam pembelajaran
biologi dan sains.
Namun pada kenyataan yang ada dalam pendidikan sains atau biologi
belum adanya peningkatan mutu pendidikan. Masalah-masalah pembelajaran
sains atau biologi diantaranya adalah: pengajaran sains hanya mencurahkan
pengetahuan (tidak berdasarkan praktek). Dalam hal ini, fakta, konsep dan
prinsip sains lebih banyak dicurahkan melalui ceramah, tanya jawab, atau
diskusi tanpa didasarkan pada hasil kerja praktek.Variasi kegiatan belajar
mengajar (KBM) sangat sedikit. Pada saat ini, guru hanya mengajar dengan
ceramah dikombinasi dengan media dan siswa tidak terlibat aktif dalam
pembelajaran.
Menurut Paolo dan Martin sebagaimana yang dikutip oleh Iskandar
dalam Sofyan, mendefinisikan IPA atau sains untuk anak-anak terdiri dari
kegiatan mengamati apa yang terjadi, mencoba memahami apa yang diamati,
mempergunakan pengatahuan baru untuk meramalkan apa yang terjadi, dan
menguji ramalan-ramalan di bawah kondisi-kondisi apakah ramalan itu benar.2
2Ahmad Sofyan, Konstruktivisme Dalam Pembelajaran IPA/Sains, Seminar Internasional
Pendidikan IPA Jurusan Pendidikan IPA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 31 Mei 2007 , h. 3
3
Dari penjelasan diatas bahwa biologi merupakan bagian dari sains,
yang menekankan pembelajaran yang memberikan pengalaman secara
langsung, atau siswa ditekankan untuk aktif dalam mengikuti proses belajar
mengajar. Pada dasarnya pelajaran sains berupaya membekali siswa dengan
berbagai kemampuan tentang cara mengetahui dan cara mengerjakan yang
dapat membantu siswa untuk memahami alam sekitar. Atas dasar pemikiran
tersebut maka pendekatan pembelajaran yang perlu dikembangkan perlu
penekanan pada kegiatan belajar siswa aktif.
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah peningkatan mutu dalam
pendidikan sains atau biologi tersebut adalah dengan menerapkan
pembelajaran yang menitikberatkan pada keterampilan-keterampilan tertentu
seperti keterampilan dalam menyelesaikan masalah, ketrampilan dalam
mengamati obyek, keterampilan dalam mengambil keputusan, keterampilan
dalam menganalisis data, berfikir secara logis, sistematis serta keterampilan
dalam mengajukan pertanyaan. Sehingga pembelajaran akan lebih menitik
beratkan kepada siswa dan siswa aktif dalam mengikuti kegiatan belajar
mengajar. Menurut pandangan konstruktivisme belajar berarti membentuk
makna. Makna diciptakan oleh siswa dari apa yang mereka lihat, dengar,
rasakan dan alami.3 Bagi kaum konstruktivisme mengajar bukanlah kegiatan
memindahkan pengetahuan dari guru ke murid, melainkan suatu kegiatan yang
memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya.4
Salah satu pendekatan pembelajaran yang menitik beratkan kepada
siswa dan siswa aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar adalah
pendekatan interaktif. Pendekatan interaktif dikenal sebagai pertanyaan anak,
memberi kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan kemudian
dilanjutkan dengan penyelidikan yang berkaitan dengan pertanyaan yang
mereka ajukan.5
3 Paul Suparno, Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, (Yogyakarta:Kanisius,
1997), h. 61
4 Ibid, h. 65
5 Sri Handayani, Pengembangan Model Pembelajaran Interaktif Makhluk Hidup dan
Tumbuhan Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Rasional Siswa SD Kelas III, Jurnal
Pendidikan dan Humaniora No. 07 Tahun IV, September 2005, h. 13
4
Salah satu kebaikan dari pendekatan interaktif adalah bahwa peserta
didik belajar mengajukan pertanyaan, mencoba merumuskan pertanyaan, dan
mencoba menemukan jawaban terhadap pertanyaannya sendiri dengan
melakukan observasi atau pengamatan. Dengan cara seperti itu peserta didik
menjadi kritis dan aktif belajar.6
Dengan demikian diharapkan penggunaan pendekatan interaktif dalam
pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu penulis
merasa tertarik untuk melakukan pengkajian secara teoretis maupun praktis
permasalahan ini dengan judul: .Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa
dengan Pendekatan Interaktif ..
B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat
diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut:
a. Apakah penggunaan pendekatan interaktif dalam pembelajaran dapat
memberikan pemahaman kepada siswa?
b. Apakah pendekatan interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
C. Pembatasan Fokus Penelitian
Untuk menghindari agar masalah tidak terlalu meluas dan menyimpang,
maka penulis membatasi masalah sebagai berikut:
1. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep sistem
pernapasan.
2. Pendekatan pembelajaran yang dikembangkan adalah pendekatan
interaktif.
3. Hasil belajar yang diukur adalah aspek kognitif dan aspek psikomotorik.
6 Sri Handayani, Pengembangan Model Pembelajaran Interaktif Makhluk Hidup dan
Tumbuhan Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Rasional Siswa SD Kelas III, Jurnal
Pendidikan dan Humaniora No. 07 Tahun IV, September 2005, h. 20
5
Read more >>

Tuesday, April 21, 2009

JUDUL SKRIPSI KEPENDIDIKAN BAHASA INGGRIS


JUDUL SKRIPSI PEND. B INGGRIS
1. Efektivitas E-Learning terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris di SMA xxx
2. Karakteristik Metode Contextual Teaching and Learning yang Diterapkan di SMA xxx
3. Hubungan antara Motivasi Belajar Bahasa Inggris Siswa dan Tingkat Prestasi yang Dicapai Siswa di SMA xxx
4. Hubungan antara Kemampuan Ekonomi dan Tingkat Prestasi dalam Pelajaran Bahasa Inggris Siswa di SMK xxx
5. Pengaruh Suasana Kelas terhadap Efektivitas Pembelajaran bahasa Inggris di SMA xxx
6. Pengaruh Kelengkapan Media Pembelajaran terhadap Tingkat Pencapaian Prestasi Siswa dalam Pelajaran Bahasa Inggris di SMP xxx
7. Efektivitas Penggunaan Media Gambar dalam Pengajaran Vocabulary untuk Siswa Sekolah Dasar xxx
8. Efektivitas Penggunaan Media Cerita Gambar dalam Pengajaran Reading untuk Siswa Sekolah Dasar xxx
9. Upaya Peningkatan Kemampuan Vocabulary Siswa Sekolah Dasar melalui Media Film Blue’s Clues di SD xxx
10. Upaya Peningkatan Kemampuan Vocabulary Siswa Sekolah Dasar melalui Media Film Dora the Explorer di SD xxx
11. Efektivitas Penggunaan Media Lagu dalam Pengajaran Listening di SMP xxx
12. Upaya Peningkatan Kemampuan Speaking melalui Conversation Club di SMA xxx
13. Upaya Peningkatan Pengajaran Listening Melalui Lagu Di SMP N 1 Yogyakarta
14. Upaya Peningkatan Pengajaran Vocabulary Melalui Hangoro Games di SMPN 1 Yogyakarta
15. Upaya Peningkatan Pengajaran Reading Melalui Hello English Magazine di SMPN 1 xxx
16. Upaya Peningkatan Pengajaran Pengajaran Speaking Melalui Speaking Club di SMP xxx
17. Upaya Peningkatan Pengajaran Writing Melalui Kegiatan Penulisan Diary bagi Siswa SMPN xxxx
18. Upaya Peningkatan Pengajaran Vocabulary Melalui kartu di SMPN 1 Yogyakarta
19. Upaya Peningkatan Pengajaran Listening Melalui Melalui Media Internet
20. Upaya Peningkatan Pengajaran Pronunciation Melalui Media Internet
21. Upaya Peningkatan Pengajaran Speaking Melalui Media Chating
22. Upaya Peningkatan Pengajaran Pronunciation Melalui Native Speakers
23. Pengembangan Authentic Material Sebagai Media Pembelajaran di SMK XXX
24. Efektivitas Penggunaan Text Book Sebagai Satu-satunya Alat Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar Bahasa Inggris.
Read more >>

Thursday, April 16, 2009

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI


MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI DI RUANG
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “ U “ DENGAN POST DEBULKING ATAS INDIKASI Ca OVARIUM STADIUM IIIb DISERTAI ANEMIS SEDANG PRO KEMOTERAPI
DI RUANG ONKOLOGI IRNA A KEBIDANAN
RSUP Dr. M. DJAMIL PADANGTANGGAL
15-16 OKTOBER 2008

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan, berkat rahmat dan karunia Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “ U “ Dengan Post Operasi Atas Indikasi Ca Ovarium Stadium IIIb Disertai Anemis Sedang Pro Kemoterapi Di Ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang Tanggal 15-16 Oktober 2008.
Dalam penulisan makalah ini penulis banyak mendapatkan kendala dan hambatan baik dalam memperoleh sumber yang relevan maupun dari segi penulisan. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari dalam makalah ini banyak terdapat kekurangan. Untuk itu , penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan dimasa mendatang.
Penulis berharap agar makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.




BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Kanker ovarium merupakan keganasan yang sering dijumpai tetapi sebagian besar datang sudah dalam stadium lanjut atau ditemukan saat operasi . kanker ovarium sering dinamakan pembunuh dingin atau silent killer karena perjalanan penyakitnya lambat tetapi mematikan
Kanker ovaorium merupakan keganasan ginekologi yang terbanyak setelah kanker leher rahim dan hamper separuh dari kematian wanita di Indonesia karena keganasan ginekologi disebabkan oleh kanker ovarium.
Angka kejadian kanker ovarium ini kira-kira 20% dari semua keganaan alat reproduksi wanita. Insiden rata-rata dari semua jenis diperkirakan 15 kasus baru per 100.000 populasi wanita setahunnya.
Karena angka kejadian kanker ovarium cukup tinggi di Indonesia, maka diperlukan asuhan kebidanan yang intensif. Oleh karena itu , penulis tertarik untuk merapkan asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang.

1.2. Tujuan
1.2.1. Tujuan Umum
Dapat memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang pro kemoterapi di ruang onkologi irna A kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang.
1.2.2. Tujuan khusus
Setelah membuat makalh ini mahasiswa diharapkan mampu :
a) Melakukan pengkajian data kepada Ny.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi
b) Menentukan diagnosa, masalah, dan kebutuhan dari data yang telah dikumpulkan
c) Menentukan antisipasi masalah dan diagnosa potensial pada Ny “ U “dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi
d) Menentukan tindakan segera terhadap Ny “ U “ dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi
e) Merencanakan tindakan yang akan dilakukan kepada Ny.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data
f) Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah ditetapkan
g) Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan kepada Ny.”U” dengan post operasi atas indikasi Ca ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi berdasarkan interpretasi data

1.3. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana menerapkan asuhan kebidanan pada klien dengan kanker ovarium di ruangan onkologi Irna A kebidanan RSUP Dr. M .Djamil Padang.

BAB II
TINJAUAN TEORI

KARSINOMA OVARIUM

I. Anatomi dan Fisiologi Ovarium
Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita, sistem reproduksi terdiri dari ovarium, tuba fallopi, uterus dan vagina. Kedua ovarium terletak dikedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar 1,5 – 2 inchi dan lebar < 1 inchi, ovarium akan mengecil setelah menopause.
Ovarium memiliki dua fungsi yaitu:
1. Menyimpan ovum (telur) yang dilepaskan satu setiap bulan, ovum akan melalui tuba fallopi tempat fertilisasi dengan adanya sperma kemudian memasuki uterus, jika terjadi proses pembuatan (fertilisasi) ovum akan melekat (implantasi) dalam uterus dan berkembang menjadi janin (fetus), ovum yang tidak mengalami proses fertilisasi akan dikeluarkan dan terjadinya menstruasi dalam waktu 14 hari setelah ovulasi.
2. Memproduksi hormon estrogen dan progesteron, kedua hormon ini berperan terhadap pertumbuhan jaringan payudara, gambaran spesifik wanita dan mengatur siklus menstruasi

II. Kanker ovarium
Kanker ovarium berasal dari sel - sel yang menyusun ovarium yaitu sel epitelial, sel germinal dan sel stromal. Sel kanker dalam ovarium juga dapat berasal dari metastasis organ lainnya terutama sel kanker payudara dan kanker kolon tapi tidak dapat dikatakan sebagai kanker ovarium.
Menurut data statistik American Cancer Society insiden kanker ovarium sekitar 4 % dari seluruh keganasan pada wanita dan menempati peringkat kelima penyebab kematian akibat kanker, diperkirakan pada tahun 2003 akan ditemukan 25.400 kasus baru dan menyebabkan kematian sebesar 14.300, dimana angka kematian ini tidak banyak berubah sejak 50 tahun yang lalu.
Hampir 70 % kanker ovarium epitelial tidak terdiagnosis sampai keadaan stadium lanjut, menyebar dalam rongga abdomen atas (stadium III) atau lebih luas (stadium IV) dengan harapan hidup selama 5 tahun hanya sekitar 15–20%, sedangkan harapan hidup stadium I dan II diperkirakan dapat mencapai 90% dan 70%.

Etiologi
Penyebab kanker ovarium sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Ca mamae diduga memeliki hubungan terhadap kejadian kanker ovarium pada wanita.. sebaliknya pada wanita pada wanita yang mengidap Ca ovarium juga mempunyai faktor resiko mengidap Ca mamae 3-4 kali lipat.
Faktor predisposisi yang dapat menyebabkan Ca ovarium adalah :
a) Diit tinggi lemak
b) Merokok dan alcohol
c) Infertilitas
d) Riwayat Ca mamae, kolon, dan endometrium
e) Nullipara

Faktor resiko kanker ovarium
Penyebab pasti kanker ovarium masih dipertanyakan, beberapa hal yang diperkirakan sebagai faktor resiko kanker ovarium adalah sebagai berikut:
• Riwayat keluarga kanker ovarium dan kanker payudara
• Riwayat keluarga kanker kolon dan kanker endometrial
• Wanita diatas usia 50 – 75 tahun
• Wanita yang tidak memiliki anak(nullipara)
• Wanita yang memiliki anak > 35 tahun
• Membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2
• Sindroma herediter kanker kolorektal nonpolipoid
• Ras kaucasia > Afrika-Amerika
• Dll

Jenis kanker ovarium
1. Tumor epitelial
Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium, pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak, karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOC’s : Epitelial ovarium carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering ( 85 – 90% ) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium. Gambaran tumor epitelial yang secara mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor : Low Malignat Potential).
Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous, mucous, endometrioid dan sel jernih.

2. Tumor germinal
Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur, umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas, bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma, dysgerminoma dan tumor sinus endodermal. Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang dibawah usia 20 tahun, sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium germinal stadium dini hanya mencapai 10 - 19% sekarang ini 90 % pasien kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan.

3. Tumor stromal
Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron, jenis tumor ini jarang ditemukan, bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah.

Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO (International Federation of Gyneklogi and Obstetric ) :
Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium
I A Mengenal 1 ovarium, kapsul utuh, ascites (-)
I B Mengenai 2 ovarium, kapsul utuh, ascites (-)
I C Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb :
1. Mengenai permukaan luar ovarium
2. Kapsul ruptur
3. Ascites (+)

Stadium II perluasan pada rongga pelvis
II A Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya
II B Mengenai organ pelvis lainnya
II C Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb :
1. Mengenai permukaan ovarium
2. Kapsul ruptur
3. Ascites (+)
Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan intraperitoneal
III A Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium
Mikroskopis : mengenai intraperitoneal

III B Makroskopis : mengenai intraperitoneal diameter < 2 cm, KGB (-)
III C 1. Meluas mengenai KGB dan /
2. Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter > 2 cm

Derajat keganasan kanker ovarium
1. Derajat 1 : differensiasi baik
2. Derajat 2 : differensiasi sedang
3. Derajat 3 : differensiasi buruk
Dengan derajat differensiasi semakin rendah pertumbuhan dan prognosis akan lebih baik.

Tanda dan keluhan kanker ovarium
Kanker ovarium sulit terdeteksi, hanya sekitar 10 % dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal, keluhan biasanya nyeri daerah abdomen disertai keluhan–keluhan:
• Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen (ascites)
• Gangguan sistem gastrointestinal; konstipasi, mual, rasa penuh, hilangnya nafsu makan dll
• Gangguan sistem urinaria; inkontinensia uri
• Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis
• Menstruasi tidak teratur
• Lelah
• Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge)
• Nyeri saat berhubungan seksual
• Penurunan berat badan
• Dll

Deteksi dini kanker ovarium
Semakin dini tumor ovarium ditemukan dan mendapat pengobatan harapan hidup akan semakin baik metode pemeriksaan yang sekarang ini digunakan sebagai penyaring kanker ovarium adalah:
Ø Pemeriksaan pelvik dan rektal : termasuk perabaan uterus dan ovarium untuk mengetahui bentuk dan ukuran yang abnormal, meskipun pemeriksaan rektovaginal tidak dapat mendeteksi stadium dini kanker ovarium.
Ø Ultrasounografi (USG): Dengan gelombang ultrasound untuk membedakan gambaran jaringan sehat, kista dan bentuk tumor padat, melalui abdomen ataupun pervaginam, dimana mampu mendeteksi keganasan dengan keluhan asimtomatik tapi ketepatan pada stadium dini rendah.
Ø Penanda tumor CA-125: Pemeriksaan darah CA-125 digunakan untuk menilai kadar CA-125 dimana peningkat pada kanker ovarium, wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut terjadi peningkatan CA-125 (>35µ/ml) sekitar 80% walaupun ketepatan pemeriksaan ini baru mencapai 50 % pada stadium dini, pada wanita premonopause, kehamilan, endometriosis, fibroid uterine, penyakit ganguan fungsi hati dan kista ovarium juga terjadi peningkatan kadar CA-125.

Diagnosis kanker ovarium
• Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvik
• Radiologi : USG Transvaginal, CT scan, MRI
• Tes darah khusus : CA-125 (Penanda kanker ovarium epitelial), LDH, HCG, dan AFP (penanda tumor sel germinal)
• Laparoskopi
• Laparotomi
• Pemeriksaan untuk mengetahui perluasan kanker ovarium
- Pielografi intravena (ginjal, ureter, dan vesika urinaria), sistoskopi dan sigmoidoskopi.
- Foto rontgen dada dan tulang.
- Scan KGB (Kelenjar Getah Bening)
- Scan traktus urinarius
Penatalaksanaan kanker ovarium
1. Operasi
2. Radioterapi
3. Kemoterapi

Kanker ovarium epitelial :
• Stadium I : Pilihan terapi stadium I dengan derajat diferensiasi baik sampai sedang, operasi salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium) atau disertai histerektomi abdominal total (pengangkatan uterus) dan sebagian jaringan abdominal, harapan hidup selama 5 tahun mencapai 90%, pada stadium I dengan diferensiasi buruk atau stadium Ic pilihan terapi berupa:
a) Radioterapi
b) Kemoterapi sistemik
c) Histerektomi total abdominal dan radioterapi

• Stadium II: Pilihan terapi utama operasi disertai kemoterapi atau radioterapi, dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi dengan harapan hidup selama 5 tahun mendekati 80 %.
• Stadium III dan IV:
Sedapat mungkin massa tumor dan daerah metastasis sekitarnya diangkat (sitoreduktif) berupa pengeluran asites, omentektomi, reseksi daerah permukaan peritoneal, dan usus, jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi.

Kanker ovarium germinal :
• Disgerminoma: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dimana kanker ditemukan dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi.
• Tumor sel germinal lainnya: pengangkatan ovarium dan tuba fallopi dilanjutkan kemoterapi.

kanker ovarium stromal :
• Operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi.
Kombinasi standar sistemik kemoterapi berupa TP (paclitaxel + cisplatin atau carboplatin), CP (cyclophosphamide + cisplatin), CC (cyclophosphamide + carboplatin).

ANEMIA
Seseorang, baik pria dan wanita, dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12g/100ml.

Etiologi :
 Yang didapat : anemia defisiensi besi, anemia akibat perdarahan, anemia akibat radang atau keganasan, anemia megaloblastik, anemia hemolitik, anemia aplastik atau hipoplastik.
Yang diturunkan : talasemia, hemaglobinopati sel sabit, hemaglobinopati lain, anemia hemolitik herediter.

Klasifikasi :
Berdasarkan etiologi :
1) Anemia defisiensi besi (62,3%)
2) Anemia megaloblastik (29,0%)
3) Anemia hipoplastik (8,0%)
4) Anemia hemolitik/ sel sickle (0,7%)

Menurut WHO :
1. Anemia ringan : 10-11mg %
2. Anemia sedang : 8-9 mg%
3. Anemia berat :< 7 mg %
Anemia ringan biasanya hanya diberi tablet tambah darah, dan untuk anemia sedang berat terapi yeng efektif adalah dengan transfuse darah.
1) Anemia Defisiensi besi
Anemia jenis ini biasanya berbentuk normostik dan hipokromik serta paling banyak dijumpai. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan, karena gangguan reasorpsi, gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar dari badan, misalnya pada perdarahan.

Diagnosis
Anemia defisiensi yang berat ditandai dengan cirri-ciri yang khas yaitu mikrositosis dan hipokromasia. Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi adalah
a. Kadar besi serum rendah
b. Daya ikat besi serum tinggi
c. Protoporfirin eritrosit tinggi
d. Tidak ditemukan hemosiderin dalam sum-sum tulang
Terapi
Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parental
Peroral : sulfas ferosus, atau glukonas ferosus dengan dosis 3-5 x 0,20 mg.
 Parental : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorpsi di saluran pencernaan kurang baik, kemasan diberikan secara intramuskuler atau intravena. Kemasan ini antara lain: imferon, jectofer, dan ferrigen.

Pencegahan
Mengkonsumsi cukup makanan bergizi dan mengandung unsur besi atau mengkonsumsi suplemen tambahan pada keadaan tertentu minimal 1 tablet sehari, missal pada ibu hamil, pada wanita yang sedang menstruasi, asupan gizi yang kurang, dan lain-lain.

2) Anemia Megaloblastik
Disebabkan karena defisiensi asam folik, jarang sekali karena defisiensi vitamin B12. sering ditemukan pada wanita yang jarang mengkonsumsi sayuran hijau segar atau makanan dengan protein yang tinggi. Gejalanya meliputi mual, muntah dan anoreksia yang bertambah berat.
Diagnosis
Apabila ditemukan megaloblas promegaloblas dalam darah atau sum-sum tulang. Perubahan-perubahan dalam leukopoesis, seperti metamielosit datia dan sel batang datia yang kadang-kadang disertai vakuolisasi san hipersegmentasi granuiosit.
Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan penyerapan dan percobaan pengeluaran asam folik.
Terapi
Tablet asam folik diberikan 15-30mg per hari
Vitamin B12 3x1 tablet per hari
Sulfas ferosus 3x1 tablet per hari
Pada kasus berta dapat diberikan transfusi darah
Pencegahan
Pada umumnya asam folik tidak diberikan secara rutin, kecuali di daerah-daerah dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi.
3) Anemia Hipoplastik
Disebabkan karena sum-sum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru.

Diagnosis
Gambaran darah tepi: normostik dan normokromik. Sum-sum tulang memberikan gambaran normoblastik dan hipoplasia. Penyebabnya belum diketahui kecuali yang disebabkan oleh sepsis berat, keracunan dan sinar rontgen dan sinar radiasi.
Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan:
Darah tepi lengkap
Pemeriksaan fungsi sternal
Pemeriksaan retikulosit
Terapi
Dengan obat-obatan tidak memuaskan, mungkin pengobatan yang paling baik yaitu transfuse darah, yang perlu sering diulang.

Pencegahan
Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia hipoplastik. Akan tetapi dalam pemberian obat-obat selalu harus dipikirkan pengaruh samping dari obat itu. Khususnya obat-obat yang mempunyai pengaruh hemotoksi seperti: strepromisin, oksitetrasiklin, kiortetrasiklin, sulfonamide, klorpromazin atebrin, dan obat pengecat rambut sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil.

Prognosis
Anemia hipoplastik berta yang tidak diobati mempunyai prognosis buruk, baik bagi ibu maupun bagi anak.

4) Anemia Hemolitik/sel sickle
Disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung cepat dari pada pembuatannya
Secara umum anemia hemoitik dapat dibagi dalam 2 golongan besar, yakni :
a. Golongan yang disebabkan oleh faktor intra korpuskuler, seperti pada sfenositosis, eliptositosis, anemia hemolitik herediter, thalasemia, anemia sel sabit, hemoglobinopana C, D, G, H, I dan araxysmal nocturnal haemoslobinuria
b. Golongan yang disebabkan oleh faktor ekstra korpuskuler seperti pada infeksi, keracunan arsenikum, neoarsphenamin, timah, sulfonamide, kinin, paraquin, pimaquin, nitropurantoin, rancun ular, pada defisiensi 6-6-PD, antagonismus rhesus atau ABO, leukemia, penyakit hodjkin, limfosarkoma, penyakit hati

Diagnosis
Gejala yang lazim dijumpai ialah gejala proses hemalitik, seperti anemia, hemoglobinemia, hemoglobinuria, hiperbilirubinemia, hiperurobiunuria, dan sterkobiuin lebih banyak dalam faeses

Terapi
Tergantung pada jenis dan beratnya
 Pada anemia berat diperlukan transfusi darah yang kadang diulang beberapa kali untuk meringankan ibu dan untuk mengurangi bahaya hipoksia janin
Spenektomi dianjurkan pada anemia hemolitik bawaan dalam trimester II dan III 
Pemberian obat-obat yang dapat menyebabkan kelumpuhan sumsum tulang harus segera dihentikan

KEMOTERAPI
Kemoterpi adalah zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel kanker. Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut: Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor, radiasi, membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker, kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker, hormon terapi, menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi, yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor. Tergantung pada tahapan kanker, cara pengobatan dapat tunggal ataupun kombinasi dari jenis pengobatan tersebut diatas. Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika, namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi, dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar.
Pemakaian obat-obatan baik tunggal kombinasi ini telah melalui penyelidikan mendalam diberbagai pusat kesehatan. Semua akibat yang bermanfaat (khasiat) serta dampak buruknya semua jenis kemoterapi sudah disahkan oleh Dep Kes dinegara yang bersangkutan, maka akan menjadi suatu regimen standart, sedangkan apabila masih dalam penelitian dipusat pengobatan kanker, belum disahkan disebut regimen kemoterapi dalam uji klinik (clinical trial).
Memahami sifat-sifat sitostatika serta penggunaannya, baik tunggal ataupun regimen kombinasi serta akibat baik dan buruk juga apa manfaatnya merupakan pekerjaan sehari-hari para dokter onkologi. Dan tugasnya pula untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. RS Dharmais merupakan salah satu pusat kanker yang bertugas mengemban misi tersebut. Khususnya penerapannya pada kasus-kasus di Indonesia.

Cara kemoterapi :
Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik, sebagian besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena, sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit, serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. Apabila pasien diberikan suntikan intravena, seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit, dapat secara mingguan, dua mingguan 3-4 mingguan. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap.

Akibat kemoterapi:
Tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh. Organ tubuh terdiri dari jaringan dan jaringan dari sel tubuh yang berubah atau mutasi menjadi ganas dan membelah terus terkendali dan menjadi besar mendobrak, merusak, jaringan sekitarnya dan akhirnya menyebar, bersarang diorgan lain dan mengulangi pertumbuhan seperti tempat semula. Sel kanker inilah yang menjadi target obat kemoterapi. Akibat kemoterapi bermacam-macam tergantung jenisnya, dosis besar dan ganda mempunyai akibat akan lebih besar dan sebagainya.
Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti, sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan. Untuk mencegah kerusakan permanen dari sel sehat, obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu, namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut.
Diantara sel sehat yang terkena akibat adalah sel-sel darah dimana berfungsi memerangi infeksi, membantu pembekuan dan membawa oxygen keseluruh tubuh. Bila sel-sel darah terkena pengaruh, maka penderita akan gampang terkena infeksi, gampang memar dan serta mudah mengalami pendarahan. Demikian pula badan terasa lemah karena kurang energi yang dibakar oleh oxygen.
Sel-sel pada saluran cerna juga cepat membelah, sehingga akibat gangguan saluran cerna, pasien akan merasa tidak nafsu makan, mual muntah serta sariawan dan diare akibat rontoknya selaput lendir mulut dan usus.
Rambut yang sedang tumbuh pun akan rontok, pertumbuhan terhenti, sementara haid menjadi tidak ada dan laki-laki sementara mengalami sterilisasi. Pada pusat kanker yang lengkap disediakan bank sperma untuk antisipasi apabilia terjadi sterilisasi permanen pada pria.
Untuk kemoterapi yang sangat agresif dimana kerusakan sel darah sangat berat, dipergunakan cangkok sum-sum tulang dari tubuh sendiri (autologus bone marrow tranplantation). Sel susm-sum tulang kita diambil dan disimpan dengan pengawet. Pada waktu kerusakan sel darah begitu berat akibat kemoterapi yang agresif, sel sum-sum tulang badan kita yang disimpan ditransfusikan kembali ketubuh untuk memulihkan kerusakan tersebut.

Penyuluhan yang dapat diberikan pada pasien pro kemoterapi :
Pada prakteknya sehari-hari yang dikhawatirkan pasien terutama muntah, sariawan, nafsu makan hilang dan terutama wanita adalah kebotakan. Hal ini wajar, namun dengan penerangan dan persiapan lebih baik, antara lain pemeriksaan laboratorium berkala, obat anti muntah, obat nafsu makan serta obat-obat lain, semua dapat diatasi. Disamping itu gangguan tersebut tidak permanen dan akan pulih sebelum dilakukan siklus berikutnya.
Mengingat pengobatan kanker dengan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup berat, sebelum mendapatkan kemoterapi pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan agar tubuhnya tahan menghadapi akibat dari kemoterapi. Pemeriksaan awal tersebut ditetapkan oleh dokter onkologi medik, diantaranya pemeriksaan darah lengkap, test fungsi liver dan lain-lain.

Manfaat kemoterapi :
Sampai saat ini tidak semua kanker mendapat manfaat dari kemoterapi.
Berikut ini rincian beberapa manfaat kemoterapi pada berbagai jenis kanker.
1. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama).
• Penyakit Hodgkin
• Non Hodgkin limfoma jenis large sel
• Kanker testis jenis germ sel
• Leukemia dan Limfoma pada anak
2. Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama, kadang-kadang sembuh)
• Kanker Payudara
• Kanker Ovarium
• Kanker Paru jenis small sel
• Limfoma non Hodgkin
• Multiple Mieloma
3. Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala)
• Kanker Nasofaring
• Kanker Prostat
• Kanker Endometrium
• Kanker Leher dan Kepala
• Kanker Paru jenis non small sel
4. Kemoterapi kadangkala bermanfaat
• Kanker Nasofaring
• Melanoma
• Kanker usus besar

Mengingat keterbatasan manfaat kemoterapi, maka digunakan kombinasi dengan cara pengobatan lain untuk mengambil masing-masing manfaat, yaitu:
 Kemoterapi adjuvant, kemoterapi yang diberikan sesudah operasi. Manfaatnya mengurangi kekambuhan lokal dan mengurangi penyebaran yang akan timbul.
Kemoterapi neo adjuvant, kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi.
Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas.
Kemoterapi adalah suatu cara penobatan kanker yang sudah teruji, meski pun tidak dapat dihindari adanya efek samping. Penelitian-penelitian yang professional tentang kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping yang terjadi.

Syarat-syarat pemberian kemoterapi :
1. syarat yang harus dipenuhi penderita :
keadaan umum cukup baik
penderita telah siap secara psikologik bila terjadi efek samping termasuk yang menyangkut kosmetik, misalnya alopesia.
Faal ginjal dan hati baik
Diagnostic histologik ( tidak mutlak )
Kanker cukup sensitif terhadap sitostatik
Riwayat pengobatan sebelumnya
Laboraturium : Hb ≥ 10 gr%, leukosit ≥ 5000/mm³, trombosit ≥ 150.000/mm³
2. syarat yang harus dipenuhi penolonng :
pengetahuan kemoterapi yan memadai
keterampilan menyuntikkan obat
sarana pemeriksaan laboratorium yang memadai
pengetahuan mengenai efek samping yang akan terjadi termasuk cara mengatasinya.
Kontra indikasi kemoterapi :
1. kontra indikasi mutlak:
kehamilan 
keadaan umum jelek
infeksi-infeksi akut, termasuk sepsis
gangguan sisti hemopoetik berat

2. kontra indikasi relative :
usia lanjut
ganguan ringan fungsi organ-organ : ginjal, hati, jantung
penderita tidak kooperatif

Cara-cara pemberian kemoterapi:
1. Secara langsung ke dalam pembuluh darah yang memasok daerah dimana tumor tumbuh
2. Drip intravena (dari sebuah kantong atau botol cairan intravena, selama beberapa menit sampai beberapa jam)
3. Intravena (langsung kedalam vena, selama beberapa menit)
4. Per-oral (berupa tablet, kapsul atau cairan)

Frekuensi pemberian kemoterapi:
1. Bervariasi, tergantung dari kankernya :
- beberapa obat dalam 1 hari
- 1 dosis/hari selama beberapa hari
- berkesinambungan selama beberapa hari
- dosis 1 kali/minggu
- 1 dosis atau beberapa hari pemberian obat/bulan
2. Pengobatan bisa diberikan beberapa minggu sampai beberapa tahun
3. Serangkaian pengobatan bisa diberikan hanya 1 kali, atau beberapa rangkaian pengobatan bisa diberikan dengan selang waktu diantaranya

NUTRISI PASIEN KANKER :
Malnutrisi merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien kanker, defisiensi gizi yang sering ditemukan pada penderita kanker adalah defisiensi rotein dan kalori dengan manifestasi mengecilnya masa otot.
Penyebab kurang gizi :
Rendahnya nutris yang dikonsumsi penderita
Konsumsi bahan nutrisi oleh sel kanker
Pengaruh metabolisme sel kanker
Gizi yang kurang umunya disebabkan oleh anoreksia, gangguan fungsi traktus gastrointestinal dan kebutuhan yang meningkat. Anoreksia dapat disebabkan oleh gangguan fungsi mengecap dan mencium maupun gangguan fungsi susunan syaraf pusat.
Nutrisi yang baik dikonsumsi oleh pasien kanker adalah :
Banyak mengandung serat dan cairan
Tinggi protein dan kalori
Makanan yang tidak merangsang timbulnya muntah
Makanan yang rendah lemak
Makan yang mudah dicerna
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dengan menerapkan manajemen asuhan kebidanan pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang diharapkan mampu :
1) Melakukan pengkajian pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang
2) Mengidentifikasi secara benar masalah atau diagnosa pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang
3) Mengidentifikasikan diagnosa potensial yang mungkin terjadi pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang
4) Melakukan kolaborasi dengan dokter dan petugas laboratorium terhadap masalah yang ada maupun masalah yang berpotensi terjadi.
5) Membuat rencana asuhan yang rasional pada Ny “ U “ dengan Post operasi atas indikasi Ca Ovarium stadium IIIb disertai anemis sedang Pro kemoterapi di ruang Onkologi Irna A Kebidanan RSUP Dr.M. Djamil Padang
6) Melaksanakan implementasi terhadap asuhan yang telah dibuat secara rasion
al
7) Mengetahui dari evaluasi dari implementasi yang telah dilaksanakan menurut data yang diperoleh dari klien dan keluarga klien.

B. Saran
1) Bagi mahasiswa diharapkan:
• Dengan adanya manajemen asuhan kebidanan, diharapkan mahasiswa dapat menerapkan asuhan yang diberikan kepada klien sesuai dengan standar asuhan kebidanan

2) Bagi institusi pendidikan
• Diharapkan institusi pendidikan dapat menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi kasus-kasus yang terjadi dalam bidang kesehatan khususnya kebidanan baik fsiologis maupun patologis
• Diharapkan institusi pendidikan dapat menjadi naungan bagi para mahasiswa agar menjadi jeli terhadap masalah-masalah kebidanan.

3) Bagi lahan praktek
• Diharapkan lahan praktek dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan. Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
Prawirohardjo. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sastrawinata, sulaiman. 1981. Ginekologi. Bandung : Elstar offset
www. Carcinoma ovarium.com
www. Kanker ovarium.co.id
Read more >>

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. P MULTIGRAVIDA 42 – 43 MINGGU T/H DENGAN KEHAMILAN POST DATE + BEKAS SC PERSALINAN PATOLOGIS


BAB II
LANDASAN TEORI
A. BATASAN
Kehamilan post date ialah :
Kehamilan yang lamanya melebihi 42 minggu (294 hari) dihitung mulai hari pertama haid terakhir atau 14 hari setelah perkiraan tanggal persalinan yang dihitung menurut rumus NAGELE, denagn asumsi siklus haidnya 28 hari.
B. PATOFISOLOGI
- Penyebab post date itu sendiri masih belum jelas.
- Resiko terhadap janin disebabkan oleh karena proses penuaan plasenta sehingga terjadi gangguan fungsi plasenta (insufisiensi).
- Insufisiensi nutrisi yang bias menyebabkan IUGR ( Intra Uterine Growth Retardation).
- Insufisiensi respirasi yang bias mengakibatkan hipoksis janin.
C. DIAGNOSIS DAN PEMERIKSAAN
1. Untuk membuat diagnosis kehamilan postdate diperlukan kecermatan dalam menentukan usia kehamilan yang tepat.
2. Apabila tidak dilakukan pencatatan pada usia kehamilan muda maka akan terlambat untuk mengatakan suatu kehamilan postdate.
3. Menentukan usia kehamilan secara tepat memang tidak mudah terutama bila Hari Pertama Menstruasi terakhir tidak jelas.
4. Data lain yang mungkin dapat membantu dalam menentukan umur kehamilan ialah riwayat penggunaan obat – obatan induksi ovulasi, pemakaian hormonal kontrasepsi dan saat mulai dirasakannya gerakan janin oleh si ibu (Quikening). Pengukuran fundus uteri setinggi umbilicus pada kehamilan 20 minggu dapat dipakai sebagai indicator dalam menentukan umur kehamilan.
5. Pemeriksaan USG menjadi “ gold standart ” untuk mengkonfirmasi anamnesa dan pemeriksaan fisik.
Contoh :
- Hari pertama haid terakhir (LMP) : 10 – 06 – 1992
- Siklus haid : 28 hari
- Taksiran persalinan (EDC)
17 – 03 – 1993 (menurut rumus NAEGELE)
- Post date : kehamilan
2 minggu setelah 17 – 03 – 1993
10 – 06 – 1992 ——————————————– 17 – 03 – 1993 ——- > postdate
LMP EDC
——————————— > 294 hari < ————————————-
42 minggu
Pemeriksaan Penilaian Kesejahteran Janin
(Mulai dikerjakan pada usia kehamilan 41 minggu)
- USG : Pengukuran biometric janin / letak plasenta.
Deteksi kelainan cacat bawaan, pengukuran jumlah air ketuban dengan “ Amniotik fluid index ” (AFI).
- Pemantauan detik Jantung Janin :
“ Non stress Test (NST) / Stress Test ”.
- Penentuan maturasi janin dengan pemeriksaan cairan ketuban (“shake test” atau L/S rasio ) harus dikerjakan bila pemeriksaan USG menunjukkan usia kehamilan 35 minggu.
Dilakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan Skor pelvic (PS) menurut cara bishop.
- Amnioskopi untuk menentukan warna air ketuban (bila mana perlu dilakukan amniotomi).
D. PENATALAKSANAAN
Pada dasarnya penatalaksanaan post date adalah : Merencanakan pengakhiran kehamilan.
Cara pengakhiran kehamilan : berdasarkan hasil penilaian kesejahteraan janin.
1. Penilaian kesejahteraan janin jelek :
a. Bila skor pelvic : matang (> 5)
Amniotomi : Jernih ——– > Drip oksitosin
Keruh ——– > Seksio Sesar
b. Bila skor pelvic belum matang (< 5) ——— > seksio sesar
2. Penilaian Kesejahteraan Janin ragu – ragu
a. Bila skor pelvic : matang (> 5)
Amniotomi —– > Jernih ——– > Drip oksitosin
Keruh ——– > Seksio Sesar
b. Bila skor pelvic belum matang (< 5)
Tirah baring 1 hari kemudian penilaian kesejahteraan janin di ulang hari berikutnya.
Bila hasilnya jelek ——- > Seksio Sesar
Ragu –ragu ——- > Seksio Sesar
Baik ——— > Penilaian kesejahteraan secara seri —– > sampai induksi persalinan memungkinkan (PS > 5)
(lihat bagan hasil penilaian kesejahteraan janin baik).
3. Penilaian Kesejahteraan Janin baik
Bila skor pelvic : matang (> 5) drip oksitosin tanpa amniotomi
Bila skor pelvic belum matang (PS < 5)
Tunggu dengan melakukan penilaian janin secara seri, dilakukan NST sekurang-kurangnya 1 x seminggu s/d PS > 5 untuk dilakukan drip oksitosin
Bila hasil penilaian kesejahteran janin secara seri ragu-ragu atau jelek lihat bagan penilaian kesejahteran janin ragu-ragu atau jelek.
E. CATATAN :
1. Bila drip oksitosin dinyatakan gagal pada kasus-kasus dengan amniotomi dilakukan seksio sesar, pada kasus-kasus tanpa amniotomi keesokan harinya dilakukan penilaian kesejahteraan janin ulang kemudian dilihat hasil penilaian kesejahteraan janin dan diikuti bagan skema penilaian kesejahteraan janin seperti diatas.
2. Yang dimaksud dengan hasil penilaian kesejahteraan janin ialah hasil NST, dan jumlah cairan ketuban.
SECTIO CAESARIA (SC)
Sectio Caesaria adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Sectio caesaria dapat dibagi dalam 4 macam, yaitu:
1. Sectio caesaria klasik/korporal
 Insisi memanjang pada segmen atas uterus
2. Sectio caesaria transperitonealis profunda
 Inisisi pada segmen bawah rahim
 Teknik ini paling sering dilakukan
 Ada 2 macam:
a. Melintang (secara kerr)
b. Memanjang (secara kroning)
3. Sectio caesaria extra peritnealis
 Rongga peritoneum tidak dibuka
 Dulu dilakukan pada penderita dengan infeksi intra uterin yang berat
 Sekarang jarang dilakukan
4. Sectio caesaria Hysterectomy
 Setelah sectio caesaria dikerjakan hysterectomy dengan indikasi:
a. Atonia uteri
b. Placenta accrete
c. Myoma uteri
d. Infeksi intra uterin yang berat
B. INDIKASI
1. Placenta previa terutama placenta previa totalis dan subtotalis.
2. Panggul sempit
 Pada anak hidup dilakukan sectio caesaria kalau conjugate vera kurang dari 8,5 cm.
 Pada anak mati terpaksa dilakukan sectio caesaria kalau conjugate vera kurang dari 6 cm.
3. Indikasi lainnya:
 Letak lintang
 Tumor yang menghalangi jalan lahir.
 Pada kehamilan setelah operasi vaginal, misalnya fistel vesico vaginalis atau manchester operation.
 Keadaan-keadaan dimana usaha anak untuk melahirkan anak pervaginam gagal.
C. KOMPLIKASI/BAHAYA SC
1. Infeksi pilerperal atau peritonitis
Yaitu kalau isi rahim sudah dihinggapi infeksi. Untuk mengurangi kemungkinan infeksi rahim, maka penderita calon SC sedikit mungkin di toucher.
2. Ruptura uteri pada kehamilan yang berikutnya
Supaya luka dinding rahim ada kesempatan menjadi kuat kembali, dinasehatkan supaya penderita jangan hamil lagi selama 3 tahun.
D. KONTRA INDIKASI SC
Infeksi dari isi rahim (tidak absolut) untuk pre-medikasi pada SC biasanya penderita diberi morphin karena morphin ini menyebabkan asphyxia pada anak cukup di beri sulfas atrophin.
E. NASEHAT UNTUK IBU YANG TELAH di SC
1. Kehamilan dan persalinan yang berikutnya harus diawasi dan berlangsung pada rumah sakit yang besar.
2. Kebersihan harus dijaga, luka tidak boleh kena air sebelum sembuh.
3. Nutrisi harus ditingkatkan, tidak boleh pantang makan.
4. Sementara tidak boleh hubungan intim dengan suami sebelum dinyatakan sembuh betul.
5. Kontrol sesuai petunjuk (1 minggu) atau bila ada keluhan.
6. Bayi tetap diberi ASI.
7. Mobilisasi secara bertahap: miring, duduk, berdiri dan berjalan.
8. Sarankan menggunakan KB untuk menunda kehamilan berikutnya tidak boleh hamil sebelum 1 tahun.
9. Kehamilan berikutnya diawasi (ANC)
BAB III
TINJAUAN KASUSI. PENGKAJIAN
Tanggal / jam : 27 november 2004/ 13.45 WIB
Tempat : Ok kandungan
RM : -
A. Data Subyektif
1. Identitas
Nama istri : Ny. P Nama suami : Tn. S
Umur : 36 th Umur : 40 th
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa/Indo Suku/bangsa : Jawa/Indo
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan :
Alamat : kamal Pangkat : Kopda Alamat :
2. Status perkawinan
• Istri
Perkawinan ke : I (satu)
Lama perkawinan : ± 8 tahun
Umur kawin : 27 tahun
• Suami
Perkawinan ke : I (satu)
Lama perkawinan : ± 8 tahun
Umur kawin : 31tahun
3. Keluhan utama
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
4. Riwayat kebidanan
a. Riwayat Menstruasi
Menarche : 13 th
Siklus : Teratur, 28 hari
Lamanya : ± 6-7 hari
Banyaknya : ± 2-3 kotex / hari
Warna : Merah
Bau : Anyir
Keluhan : Disminorea (-), flor albus (-)
HPHT : 4 – 2 -07.
HPL : 11 – 11- 07
b. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
No Tgl. Lahir Usia kehamilan Jenis persalinan Tempat persalinan Komplikasi Penolong Bayi Nifas
Umur Ibu Bayi PB/BB jenis keadaan keadaan laktasi
1
2
7 thn
Hamil ini. 38 mgg Sc RS - - Dokter baik baik 1thn
c. Riwayat kehamilan sekarang
- Ibu mengatakan ini kehamilan ke 2 usia kehamilan 42 – 43 minggu.
- Ibu memeriksakan kehamilannya secara rutin (trimester 1 : 3 kali, trimester 2 : 3 kali, trimester 3 : 12 kali ).
- Keluhan selama hamil : - Trimester 1 : Mual, muntah dan pusing.
- Trimester 2 : Tidak ada keluhan.
- Trimester 3 : Sering kencing & sakit pada punggung.
- Ibu sudah mendapatkan imunisasi 2 kali.
- Penyuluhan yang pernah didapat : nutrisi tentang ibu hamil, tanda-tanda bahaya pada kehamilan dan tanda-tanda persalinan.
- Tx : zat besi, kalsium dan vitamin.
5. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah opname di Rumah sakit. Tidak pernah sakit DM, Jantung, Ashma, Hipertensi, TBC, dan Hepatitis.
6. Riwayat kesehatan keluarga
Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit jantung, DM, Ashma, Hepatitis, Hipertensi, ada keturunan kembar.
7. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Nutrisi
Selama hamil : Makan : 3 kali / hari (nasi, lauk pauk, sayur, buah)
Minum : 7 – 8 gelas / hari (air putih, susu)
Saat MRS : Makan : 3 kali / hari (nasi, lauk pauk, sayur) porsi habis ½
Minum : ± 2 gelas (air putih, kacang hijau)
b. Eliminasi
Selama hamil : BAK : ± 6 kali / hari (warna kuning jernih, tidak nyeri)
BAB : 1 kali / hari ( lunak, warna kuning, bau khas)
Selama MRS : BAK : ± 2 kali / hari (warna kuning jernih, tidak nyeri)
BAB : Belum
c. Aktifitas
Sebelum hamil : Ibu melakukan pekerjaan rumah tangga setiap hari
Saat MRS : Ibu hanya berbaring, miring ke kanan dan kiri
d. Istirahat
Selama hamil : Siang : ± ½ - 1 jam / hari
Malam : ± 6 - 7 jam / hari
Saat MRS : Ibu tidak bisa tidur.
e. Personal hygiene
Selama hamil : Mandi 2 kali / hari, gosok gigi 2 - 3 kali/ hari, ganti baju dan celana dalam 2 - 3 kali/ hari.
Saat MRS : Mandi 2 kali / hari (diseka dengan air hangat), gosok gigi 2 kali / hari, ganti baju dan celana dalam 3 - 4 kali/ hari.
f. Seksual
Ibu mengatakan jarang melakukan hubungan seksual karena takut keguguran.
8. Riwayat psikososial
Hubungan ibu dengan suami, keluarga dan tetangga baik.
9. Riwayat sosial budaya
Selama hamil ibu tidak pernah minum jamu, ibu tidak pantang makan, tidak mengadakan acara tradisi budaya.
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan fisik umum
a. Keadaan umum
Kesadaran : Composmenitis
Postur tubuh : Lordosis
TB/BB : 155 cm
BB sbl hamil : 49 kg
BB slm hamil : 58 kg
b. Tanda-tanda vital
Tensi : 120 / 80 mmHg
Nadi : 88 kali/menit
Suhu : 36º C
RR : 24 kali/menit
2. Pemeriksaan fisik khusus
a. Inspeksi
Kepala : Rambut hitam, bersih, tidak ada benjolan, tidak ada luka.
Muka : Tidak pucat, tidak oedema, tidak ada cloasma gravidarum.
Mata : Simetris, sclera tidak icterus, conjungtiva tidak anemis.
Hidung : Lubang hidung simetris, tidak ada polip dan tidak ada pernafasan cuping hidung, tidak ada secret.
Mulut/Gigi : Simetris, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, tidak ada gigi palsu, kebersihan cukup.
Telinga : Simetris, bersih, tidak ada serumen, tidak ada purulent.
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid maupun bendungan vena jugularis.
Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar lymphe.
Dada : Mammae simetris, putting susu menonjol, tidak ada retraksi intercostae, tidak ada benjolan.
Perut : Pembesaran sesuai dengan umur kehamilan, strie tidak ada, terdapat linea nigra dan tedapat bekas operasi.
Genetalia : Tidak oedema, tidak ada varices, tidak ada pembesaran kelenjar bartholini/skene, terdapat darah, tidak ada cairan.
Anus : Tidak ada haemoroid.
Ektremitas : Tidak oedema, tidak ada gangguan pergerakan, tidak ada varices.
b. Palpasi
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan bendungan vena jugularis.
Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar lymphe.
Mammae : Tidak ada benjolan, konsistensi lunak, colostrum -/-.
Perut : Lepold I : TFU ½ px – pusat (32 cm), teraba lunak, tidak melenting (bokong)
Lepold II : Perut bagian kiri teraba ada tahanan, memanjang seperti papan (punggung).
Lepold III : Bagian bawah perut ibu teraba keras,bulat, melenting (kepala)
Leopold :
c. Auskultasi
Ibu : Tidak terdengar ronchi -/- dan wheezing -/-
d. Perkusi
Tidak dilakukan.
3. Pemeriksaan UPL
Tidak dilakukan.
4. Pemeriksaan dalam
Tidak dilakukan.
5. Kesimpulan
GII P10002 UK 42-43 minggu dengan post date
II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH DAN KEBUTUHAN
Dx : GII P10002 UK 42-43 minggu T/H let kep, post date + bekas sc.
DS : - Ibu mengatakan hamil yang ke 2 dengan usia kehamilan 42-43 mgg
- HPHT : 4 -2 – 07
- TP : 11 -11 -07
DO : - K/U ibu :
Kesadaran : Composmenitis
- T : 120/80 mmhg
- N : 88 kali/menit
- S : 36º C
- RR : 24 kali/menit
- TFU ½ px- pst,pada fundus teraba bokong, puki, bagian bawah janin sudah masuk PAP
Masalah : Cemas s/d tindakan sc.
DS : Ibu mengatakan takut dan gelisah.
DO : Ibu tampak sedih saat mengetahui akan di operasi
Kebutuhan :
- Dukungan psikologis
- Pendampingan secara terus menerus
- Nutrisi
III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL DAN PENANGANANNYA
Potensial terjadi HPP
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA DAN KOLABORASI
Kolaborasi dengan dr. Obgyn untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.
V. INTERVENSI
Tanggal : 27 November 2007 Jam : 13.30 WIB
Dx : GII P10002 UK 42-43 minggu T/H let kep,post date + bekas sc.
Tujuan : Setelah dilakukan askeb diharapkan dalam waktu 2 jam ibu dalam keadaan baik dan ibu mengerti keadaannya saat ini.
Kriteria : - TTV dalam batas normal (T : 110/70 – 130/90 mmHg, S : 36 – 37 ºC, N : 76 – 88 x/menit, RR : 16 – 20 x/menit).
- Terjadi perdarahan ± 50 cc.
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan dengan pasien.
R/ Terjalin hubungan baik dengan pasien sehingga pasien lebih kooperatif terhadap setiap tindakan yang kita lakukan.
2. Berikan dukungan psikologis pada pasien.
R/ Ibu lebih tenang dan dapat menerima keadaan.
3. Observasi TTV.
R/ deteksi dini adanya kelainan.
4. Lakukan kolaborasi dengan dokter obgyn pemberian therapi.
R/ Fungsi dependent bidan.
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 27 November 2007
Dx : GII P10002 UK 42-43 minggu T/H let kep, post date + bekas sc.
13.40 - Menganjurkan px untuk tidur dan bed tres total.
- Membantu semua kebutuhan ibu seperti memberi minum, menyuapi makanan dan membantu BAK.
14.00 - Memberikan dukungan pada ibu supaya tidak usah takut dan cemas
- Banyak ber do`a agar semuanya berjalan dengan lancar
14.20 - Memasang infuse dengan cairan RL (24 tetes).
- Memeriksa TTV :
- T : 120/80 mmHg - N : 84 x/menit
- S : 36º C - RR : 22 x/menit
VII. EVALUASI
Tanggal 27 November 2007 Jam 14.20 WIB.
S : Px mengatakan nyeri pada bekas operasi.
O : - K/U Ibu :
Kesadaran : Composmenitis
- T : 120/80 mmhg
- N : 84 x/menit
- S : 36º C
- RR : 22 x/menit
- Perdarahan : ± 250 cc
A : Dapat teratasi.
P : -Perawatan luka operasi
- Nutrisi di tingkatkan ( tidak pantang makanan )
- Minum obat secara teratur
Read more >>

Tuesday, April 14, 2009

JUDUL SKRIPSI KEPENDIDIKAN


Berikut saya lampirkan beberapa judul skripsi pendidikan yang telah teruji dan dinyatakan telah lulus pada ujian mempertahankan skripsi di salah satu perguruan tinggi negeri di Medan. Adapun yang tersaji pada situs ini adalah judul semata, kalau anda tertarik dengan salah satu judul diatas silahkan hubungi saya pada nomor HP di profile saya atau silakan email saya di science_urban@yahoo.com. Segala sesuatu yang berkaitan dengan skripsi akan saya sediakan apabila kita telah sepakat, karena data 100% lengkap, ok. Selamat berjuang…

“Implementasi Pembelajaran Berbasis Komputer Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Teknik Digital Dan Aplikasi Sederhana Di…”

“Pengaruh Strategi Pembelajaran Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Menguasai Teori Dasar Elektronika Siswa Kelas I Jurusan Elektronika Bidang Keahlian Teknik Audio – Video SMK...”

“Korelasi Gaya Belajar Dan Kemampuan Berpikir Logis Terhadap Hasil Belajar Menguasai Teori Dasar Elektronika (MTDE) Pada Siswa Tingkat I Program Keahlian Audio Video SMK…”

“Pengaruh Strategi Pembelajaran Kontekstual Yang Dikembangkan Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Menguasai Teori Dasar Elektronika Pada Siswa Tingkat I Program Keahlian Audio Video SMK…”

“Hubungan Antara Penguasaan Teori Mesin Listrik Dan Minat Berwirausaha Dengan Kemampuan Praktek Mesin Listrik Siswa Kelas II Program Keahlian Listrik Instalasi SMK…”

“Pengaruh Penggunaan Media Jenis Alat Peraga Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Menguasai Alat Ukur Listrik Dan Elektronika Pada Siswa Kelas 1 Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK…”

“Perbedaan Penguasaan Konsep Dasar Listrik Dan Elektronika Berdasarkan Minat Kejuruan Dan Kemandirian Belajar. Studi Pada Siswa Kelas 1 Program Keahliah Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK…”

“Hubungan Minat Kejuruan Dan Disiplin Belajar Terhadap Prestasi Belajar Menguasai Konsep Dasar Listrik Dan Elektronika (MKDLE) Pada Siswa Kelas X Jurusan Listrik Instalasi SMK…”

“Perbedaan Hasil Belajar Antara Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Modul Dan Tanpa Modul Pada Mata Pelajaran Menguasai Alat Ukur Listrik Dan Elektronika Kelas 1 Semester 1 SMK…”

“Pengaruh Strategi Pembelajaran Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Menguasai Konsep Dasar Listrik Dan Elektronika Pada Siswa Tingkat I SMK…”

“Pengaruh Strategi Pembelajaran Dan Kemampuan Berpikir Logis Terhadap Hasil Belajar Menguasai Konsep Dasar Listrik Dan Elektronika Siswa Tingkat I Siswa SMK…”

“Pengaruh Strategi Pembelajaran Dan Minat Kejuruan Terhadap Hasil Belajar Menguasai Konsep Dasar Listrik Dan Elektronika Pada Siswa Tingkat I Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK…”

“Hubungan Antara Aktivitas Belajar Siswa Dan Kemandirian Belajar Dengan Hasil Belajar Memasang Dasar Instalasi Listrik Siswa Kelas I Jurusan Teknik Elektro Program Keahlian Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK…”

“Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kelengkapan Fasilitas Praktek Dan Penguasaan Teori Penguasaan Pengoperasian Mesin ListrikDengan Kemampuan Praktek Pengoperasian mesin Listrik Siswa Kelas II Jurusan Teknik Elektro SMK…”

“Pengaruh Penggunaan Media Jenis Alat Peraga dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Menguasai Alat Ukur Listrik dan Elektronika Pada Siswa Kelas I Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK…”

“Perbedaan Antara Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dengan Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Sub Kompetensi Menguasai Konsep Dasar Listrik dan Elektronika Pada Siswa Kelas 1 Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK…”
Read more >>

Monday, April 13, 2009








Kjhfdsjfklfjsfjsklfs;fsa
Jfkfj
Lfjkfjkldsfjsakfjsaklfj

Read more >>

APLIKASI FACE BOOK




Para pengembang aplikasi Facebook sekarang juga bisa menanamkan aplikasi mereka di Friendster, situs jejaring sosial terpopuler di Indonesia. Ini berarti Friendster kini selain mendukung OpenSocial yang dikembangkan oleh Google sebagai standar pemrograman widget untuk situs jejaring sosial, Friendster juga kompatibel dengan Facebook platform.

David Jones selaku wakil presiden pemasaran global Friendster mengatakan bahwa "untuk para pengembang yang telah menginvestasikan sumber daya dalam mengembangkan dan meluncurkan aplikasi Facebook, Friendster telah mempermudah proses migrasinya ke Friendster... Untuk perusahaan Web 2.0 yang telah mengembangkan aplikasi berdasarkan platform Facebook dan OpenSocial, mereka kini memiliki fleksibilitas untuk memilih antara dua platform tersebut saat meluncurkan aplikasi mereka di Friendster."

Situs jejaringan sosial milik AOL Bebo juga mengumumkan bahwa mereka akan segera mendukung platform Facebook akhir tahun ini. Bagian pemasaran Friendster, Jeff Roberto mengatakan kepada CNET News bahwa Friendster telah menanda tangani perjanjian kerjasama dengan Facebook yang telah merilis sebagian besar komponennya dengan lisensi open source.

Jumlah aplikasi yang menggunakan platform Facebook bertumbuh pesat, sudah memiliki lebih dari 24.000 aplikasi dalam satu tahun peluncurannya dengan lebih dari 400.000 pengembang. Ada sekitar 140 aplikasi baru yang muncul setiap harinya dan hampir semua pengguna Facebook sedikitnya satu aplikasi.
Sejarah Singkat Friendster
Jauh sebelum Facebook tenar seperti sekarang ini, Friendster adalah situs jejaring sosial pertama yang sangat besar dan menguasai pasar Amerika. Tetapi masalah teknis yang melanda Friendster di tahun 2004 mengakibatkan mereka kehilangan banyak pengguna yang beralih ke MySpace (sekarang menjadi milik News Corp) dan setelah itu Facebook datang dan beberapa bulan lalu menjadi situs jejaring sosial terbesar dunia.

Sejak saat itu Friendster perlahan mulai kembali bangkit dan diselamatkan oleh para pengguna Friendster di wilayah Asia. Diperkirakan sekitar 78 persen dari 80 juta pengguna Friendster berasal dari negara-negara di Asia seperti Filipina, Indonesia, Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Facebook masih belum begitu terkenal di Indonesia, walaupun sedikit demi sedikit Facebook semakin menggerus pangsa pasar Friendster.


Baik pengembang maupun pengguna Friendster tentunya senang dengan perkembangan terakhir ini. Pengembang senang karena jumlah pengguna potensial aplikasi mereka semakin bertambah, sedangkan para pengguna Friendster juga senang karena semakin banyaknya aplikasi yang tersedia untuk Friendster.
Read more >>

FACEBOOK VERSUS FRIENDSTER

by. hendrik


Para pengembang aplikasi Facebook sekarang juga bisa menanamkan aplikasi mereka di Friendster, situs jejaring sosial terpopuler di Indonesia. Ini berarti Friendster kini selain mendukung OpenSocial yang dikembangkan oleh Google sebagai standar pemrograman widget untuk situs jejaring sosial, Friendster juga kompatibel dengan Facebook platform.

David Jones selaku wakil presiden pemasaran global Friendster mengatakan bahwa "untuk para pengembang yang telah menginvestasikan sumber daya dalam mengembangkan dan meluncurkan aplikasi Facebook, Friendster telah mempermudah proses migrasinya ke Friendster... Untuk perusahaan Web 2.0 yang telah mengembangkan aplikasi berdasarkan platform Facebook dan OpenSocial, mereka kini memiliki fleksibilitas untuk memilih antara dua platform tersebut saat meluncurkan aplikasi mereka di Friendster."

Situs jejaringan sosial milik AOL Bebo juga mengumumkan bahwa mereka akan segera mendukung platform Facebook akhir tahun ini. Bagian pemasaran Friendster, Jeff Roberto mengatakan kepada CNET News bahwa Friendster telah menanda tangani perjanjian kerjasama dengan Facebook yang telah merilis sebagian besar komponennya dengan lisensi open source.

Jumlah aplikasi yang menggunakan platform Facebook bertumbuh pesat, sudah memiliki lebih dari 24.000 aplikasi dalam satu tahun peluncurannya dengan lebih dari 400.000 pengembang. Ada sekitar 140 aplikasi baru yang muncul setiap harinya dan hampir semua pengguna Facebook sedikitnya satu aplikasi.
Sejarah Singkat Friendster
Jauh sebelum Facebook tenar seperti sekarang ini, Friendster adalah situs jejaring sosial pertama yang sangat besar dan menguasai pasar Amerika. Tetapi masalah teknis yang melanda Friendster di tahun 2004 mengakibatkan mereka kehilangan banyak pengguna yang beralih ke MySpace (sekarang menjadi milik News Corp) dan setelah itu Facebook datang dan beberapa bulan lalu menjadi situs jejaring sosial terbesar dunia.

Sejak saat itu Friendster perlahan mulai kembali bangkit dan diselamatkan oleh para pengguna Friendster di wilayah Asia. Diperkirakan sekitar 78 persen dari 80 juta pengguna Friendster berasal dari negara-negara di Asia seperti Filipina, Indonesia, Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Facebook masih belum begitu terkenal di Indonesia, walaupun sedikit demi sedikit Facebook semakin menggerus pangsa pasar Friendster.

Grafik Facebook vs Friendster di Indonesia


Baik pengembang maupun pengguna Friendster tentunya senang dengan perkembangan terakhir ini. Pengembang senang karena jumlah pengguna potensial aplikasi mereka semakin bertambah, sedangkan para pengguna Friendster juga senang karena semakin banyaknya aplikasi yang tersedia untuk Friendster.
Read more >>

Saturday, April 4, 2009

METODE PENULISAN SKRIPSI EKONOMI

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI
Fakultas Ekonomi
Universitas Di indonesia


1. PENGERTIAN SKRIPSI :

Skripsi dapat diartikan sebagai karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan kurang lebih 135 sks dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Utama dan Dosen Pembimbing II sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Pendidiksan S1 (Sarjana).

2. TUJUAN SKRIPSI
Tujuan dalam Penulisan Skripsi adalah memberikan pemahaman terhadap mahasiswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.

3. ISI DAN MATERI
Isi dari Penulisan Skripsi diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
1. Relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan.
2. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.









4. BENTUK LAPORAN PENULISAN SKRIPSI.

Bentuk laporan penulisan Skripsi Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen dan Akuntansi untuk jenjang Akademik Strata Satu terdiri dari:

A. Bagian Awal.

Bagian Awal ini terdiri dari: 1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya

B. Bagian Tengah.

Bagian tengah ini terdiri dari: 1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori
3. Metode Penelitian.
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran

C. Bagian Akhir.

Bagian akhir terdiri dari: 1. Daftar Pustaka
2. Lampiran





Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi dapat dilihat sebagai berikut :

A. Bagian Awal.
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi yakni sebagai berikut :

1. Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar Universitas Di indonesia.

2. Lembar Pernyataan
Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.

3. Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.

4. Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.

5. Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).

6. Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.

7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram

B. Bagian Tengah

1. Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :

a. Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.

b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.

c. Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.

d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.

e. Metode Penelitian

Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.

f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Skripsi

2. Landasan Teori
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

3. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

4. Analisis Data dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.


5. Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

B. BAGIAN AKHIR

- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
.
- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.



5. TEKNIK PENULISAN

1. Penomoran Bab serta subbab
- Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
- Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
II ………. (Judul Bab)
2.1 ………………..(Judul Subbab)
2.2 ………………..(Judul Subbab)
2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
- Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
- Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.

2. Penomoran Halaman
- Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
- Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
- Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.


3. Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
- Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
- Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang aga di bab III.

4. Penulisan Daftar Pustaka

- Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
- Ditulis menurut kutipan-kutipan
- Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
- Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
- Gelar tidak perlu disebutkan.
- Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
- Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
- Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
- Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000

6. Penulisan Daftar Pustaka

Satu Pengarang

1. Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

2. Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of Chicago Press.

Dua Pengarang

1. Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New york: Harcourt

2. Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia

Tiga Pengarang

1. Heidjrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

2. Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a Developing Economy. Princeton: Princeton University Press.

Lebih dari Tiga Pengarang
1. Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.: The Brooking Institution.
2. Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Pengarang Sama
1. Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

Tanpa Pengarang
1. Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
2. Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.

Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.
1. Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
2. Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Buku Jurnal atau Buletin
1. Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
2. Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.



5. Format Pengetikan
- Menggunakan kertas ukuran A4.
- Margin Atas : 4 cm Bawah : 3 cm
Kiri : 4 cm Kanan : 3 cm
- Jarak spasi : 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)
- Jenis huruf (Font) : Times New Roman.
- Ukuran / variasi huruf : Judul Bab 14 / Tebal + Huruf Besar
Isi 12 / Normal
Subbab 12 / Tebal

6. Hasil Penulisan Skripsi

- Dijilid berbentuk buku dengan jumlah halaman paling sedikit 12 (dua belas) halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar pustaka

- Dipresentasikan dan dianjurkan menggunakan Power Point pada saat pelaksanaan Sidang Sarjana (S1) di hadapan para penguji Sidang.

- Diketik dengan menggunakan Program Software Pengolah Kata, misal : Ms Word
- Dicetak dengan printer (dianjurkan dengan LASER PRINTER)




6. LAMPIRAN.

Lampiran ini berisi data, gambar, tabel atau analisis dan lain-lain yang karena terlalu banyak, sehingga tidak mungkin untuk dimasukkan kedalam bab-bab sebelumnya.


7. KUTIPAN

Dalam penulisan hasil penelitian ilmiah biasanya dimasukkan kutipan-kutipan. Ada beberapa macam kutipan sebagai berikut:

a. Kutipan langsung (Direct Quatation) yang terdiri dari kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang. Kutipan langsung pendek adalah kutipan yang harus persis sama dengan sumber aslinya dan ini biasanya untuk mengutip rumus, peraturan, puisi, difinisi, pernyataan ilmiah dan lain-lain. Kutipan langsung pendek ini adalah kutipan yang panjangnya tidak melebihi tiga baris ketikan. Kutipan ini cukup dimasukkan kedalam teks dengan memberi tanda petik diantara kutipan tersebut. Sedangkan kutipan panjang langsung adalah kutipan yang panjangnya melebihi tiga baris ketikan dan kutipan harus diberi tempat tersendiri dalam alinea baru.

b. Kutipan tidak langsung (Indirect Quatation) merupakan kutipan yang tidak persis sama dengan sumber aslinya. Kutipan ini merupakan ringkasan atau pokok-pokok yang disusun menurut jalan pikiran pengutip. Baik kutipan tidak langsung pendek maupun panjang harus dimasukkan kedalam kalimat atau alinea. Dalam kutipan tidak langsung pengutip tidak boleh memasukkan pendapatnya sendiri.

Catatan kaki atau footnone adalah catatan tentang sumber karangan dan setiap mengutip suatu karangan harus dicantumkan sumbernya. Kewajiban mencantumkan sumber ini untuk menyatakan penghargaan kepada pengarang lain yang menyatakan bahwa penulis meminjam pendapat atau buah pikiran orang lain. Unsur-unsur dalam catatan kaki meliputi: nama pengarang, judul karangan, data penerbitan dan nomor halaman.

Ada dua cara dalam menempatkan sumber kutipan sebagai berikut:

a. Cara ringkas yaitu menempatkan sumber kutipan dibelakangbahan yang dikutip yang ditulis dalam tanda kurung dengan menyebutkan “Nama pengarang, Tahun penerbitan dan Halaman yang dikutip”.

b. Cara langsung yaitu menempatkan sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip yang dipisahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak antara garis pemisah dengan teks satu spasi, jarak antara garis pemisah dengan sumber kutipan dua spasi, dan jarak baris dari kutipan harus satu spasi.


Contoh : Format Halaman Judul














































Contoh : Format Halaman Pernyataan















































Contoh : Format Lembar Pengesahan.


KOMISI PEMBIMBING


NO. NAMA KEDUDUKAN
1.
2.
3.
4.

Tanggal Sidang : …./……/………


PANITIA PENGUJI


NO. NAMA KEDUDUKAN
1.
2.
3.
4.
5.

Tanggal Lulus : …./……/………



Mengetahui,



Pembimbing Bagian Sidang Sarjana




( Prof. Suryadi HS.,Ssi.,MMSI) ( Drs. Edi Sukirman, MM.)
Contoh : Format Penulisan Abstraksi


ABSTRAKSI


FAUZAN AMMARI S. 22299000
ANALISIS PENERAPAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING DALAM MENINGKATKAN
AKURASI BIAYA PADA PT PRIMA JAYA

Skripsi . Fakultas Ekonomi. 2004
Kata kunci : Activity Based Costing, Biaya

( ix + 67 + lampiran )

Abstraksi merupakan pemadatan dari hasil penelitian / tulisan. Ditulis 1 spasi dengan jumlah maksimum 200 kata (maksimum 1 halaman). Isi abstraksi mencakup tujuan atau pertanyaan yang ingin dijawab oleh peneliti, metode penelitian / penulisan, dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………


Daftar Pustaka ( 1990 – 2002)




Contoh : Format Daftar Isi









































DAFTAR TABEL







Contoh : Format Daftar Tabel




DAFTAR TABEL


Halaman

Tabel 3.1 Hasil Penjualan Produk periode 20XX 28
Tabel 3.2 Jumlah Bahan Baku selama Th 20XX 29
Tabel 4.1 Biaya Overhead Pabrik per Departemen 30
Tabel 4.2 Daftar Tenaga Kerja Langsung 35
Tabel 4.3 Daftar Staf Bagian Pabrik 38


Catatan : Tabel 4.1 menunjukkan tabel yang terletak pada Bab IV dengan urutan tabel No 1






Contoh : Format Daftar Gambar


DAFTAR GAMBAR

Halaman


Gambar 2.1 Biaya Tetap (Fixed Cost) 13
Gambar 2.2 Biaya Variabel (Variable Cost) 14
Gambar 4.1 Proses Produksi 34
Gambar 4.2 Proses Pembuatan Produk 35
Gambar 4.3 Struktur Organisasi Pabrik 38


Catatan : Gambar 4.3 menunjukkan gambar yang terletak pada Bab IV dengan urutan gambar No 3
Read more >>