Tuesday, June 23, 2009

Mengapa Network Marketing(MLM) Dijauhi Masyarakat


MLM atau Multi Level Marketing adalah salah satu bentuk sistem pemasaran modern yang mempunyai kekuatan LUAR BIASA.

Ya…LUAR BIASA!

Anda pasti sering mendengar kalimat LUAR BIASA jika anda pernah menghadiri presentasi atau seminar salah satu perusahaan MLM.

Biasanya kalimat lain yang sering menjadi langganan adalah …SUKSES, SAYA BISA, dan variasi-variasi kalimat motivasi lainnya.

Di Indonesia, MLM sudah sangat dikenal berbagai lapisan masyarakat dan menjadi kontroversi karena di tengah kemelaratan bangsa kita, bisnis MLM menjanjikan setiap pelakunya kekayaan tiada batas.

Dari kalangan pegawai kantoran, guru, dokter, mahasiswa, bahkan tukang sayur keliling sudah mengenal atau bergabung dalam bisnis ini. Sudah banyak pula kita dengar success story mereka yang berpenghasilan hingga ratusan juta rupiah perbulan dari bisnis tersebut.

Saya akan mencoba membagikan hasil pengamatan saya tentang kesalahan fatal yang masih dilakukan para distributor atau agen bisnis network marketing dari segi cara mereka menjual pada costumer.

Suatu malam saya dan Bapak Edi Setiawan (trainer UnICoM) berdiskusi mengenai selling atau teknik menjual, bagaimana seharusnya cara menjual yang efektif, namun sesuai dengan kondisi sosial budaya yang ada di Indonesia.

Kebetulan saat itu kami membahas berbagai jenis cara penjualan yang sudah ada berikut contoh kasusnya. Salah satunya yang kami anggap paling menarik adalah network marketing atau MLM, yang akhir-akhir ini gaungnya sudah jarang terdengar.

Saya dan Pak Edi menceritakan pengalaman dan opini masing-masing tentang MLM, bagaimana ketika pertama berkenalan, mengupas business rulenya, kelebihan dan kekurangan sistemnya, hingga ke person-person yang kami ketahui menjalankan bisnis tersebut.

Anda mungkin pernah mengalami kejadian seperti saya dibawah ini…

Salah seorang teman atau kolega saya ngotot tiba-tiba mengajak saya ke sebuah seminar, dan ketika saya tahu acara tersebut diadakan sebuah perusahaan MLM, saya (dengan sengaja) berusaha menghindar dari acara tersebut.

Saya merasa DIJEBAK

Saya bisa merasakan seseorang berusaha memprospek saya jika dalam setiap obrolan, dia pasti menghubungkan apapun topik obrolan… dengan MLMnya, dan dengan intens membuat saya tertarik untuk bergabung dalam bisnisnya.

Namun yang paling tidak saya sukai adalah…DIA MENCERAMAHI SAYA

Dia merasa bahwa bergabung dalam bisnisnya adalah SOLUSI UNIVERSAL untuk semua permasalahan saya.

Inilah contoh Solusi Universal yang saya maksud :D

1. Saya tidak punya pacar ->solusinya gabung MLM untuk bertemu calon-calon pacar yang jika nanti jadian, akan kemana-mana berdua mencari prospek bersama

2. Saya sedang bermasalah dengan keluarga saya -> solusi gabung MLM untuk sukses, maka keluarga akan akur kembali karena saya sukses

3. dll yang sengaja dihubung2kan dimana solusi akhirnya adalah JOIN

Saya akhirnya mulai merasakan ada unsur PAKSAAN yang menyertai penawarannya…

Akibatnya saya mulai MALAS BERTEMU dengannya lagi karena saya merasa dia akan membuntuti saya seumur hidup agar membuat saya membayar sejumlah uang yang cukup lumayan untuk mendapat produk yang belum tentu saya butuhkan.

SAYA MERASA DIA MEMANFAATKAN PERTEMANAN KAMI DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI!

Apakah anda mengalami apa yang saya alami?

Mirip? atau… persis?

Jika YA, ada beberapa hal yang mungkin anda perlu ketahui…

Jika anda menganggap teman anda menjebak anda…

HAL ITU SANGAT TIDAK BENAR!

Saya sempat berpikiran sempit terhadap sahabat saya sendiri ketika mengalami hal tersebut

Namun saya sadar, mereka TIDAK MUNGKIN berpikiran seperti itu

Mereka hanya MENJUAL DENGAN CARA YANG SALAH

Mereka mungkin terlalu antusias hingga terlalu banyak berkoar-koar tentang mimpi-mimpi

Mereka kemungkinan hanya tenggelam dalam pikiran mereka sendiri

Yang berakibat… anda berpikir mereka TERLIHAT lebih mengutamakan uang daripada hubungan pertemanan dengan anda…

Jika anda mau memikirkan sekali lagi, anda pasti mengerti maksud saya

Bagaimana mungkin harga persahabatan yang tidak ternilai dapat diganti oleh ’secuil’ uang

KEHILANGAN TEMAN DEMI UANG?

Mungkin anda pernah mendengar dari para petinggi MLM bahwa bisnis tersebut adalah BISNIS MENOLONG ORANG…

Apakah mereka menjelaskan artinya MENOLONG?

Apakah anda merasa MEREKA BERNIAT MENOLONG ANDA?

Apakah mereka mau MENOLONG TANPA PAMRIH?

Kebanyakan para pemula bisnis ini akan menggembar-gemborkan bahwa mereka akan membantu mengatasi permasalahan si prospek, namun yang dimaksud para pemula tersebut adalah…

KALAU KAMU JOIN MAKA SAYA TOLONG KAMU UNTUK MENGHASILKAN UANG UNTUK SAYA

Disini satu lagi kesalahan fatal yaitu NIATAN YANG SALAH

………………………………………………………………………………….

Anda harus tahu RAHASIA TERBESAR dalam menjual yaitu :

ANDA MENJUAL KEPRIBADIAN ANDA, BUKAN BARANG ANDA

Barang hanya ALASAN LOGIS kenapa orang membeli dari anda

Orang lebih senang membeli dari seorang penjual yang BENAR-BENAR BERNIAT UNTUK MENOLONG mengatasi permasalahan mereka SEBAGAI SEORANG TEMAN

Bahkan untuk permasalahan yang tidak ada hubungannya dengan jualan sekalipun.

Saya ulangi keywordnya…MENOLONG, SEBAGAI SEORANG TEMAN

Betapapun sebuah produk tidak memiliki keunggulan dibanding produk lain, si penjual akan menjadi pilihan pertama jika pembeli merasakan suatu ikatan persaudaraan dan percaya bahwa penjual tersebut selalu berada di pihak mereka dan tidak mungkin mengambil untung dari ’saudara’ sendiri

Pendapat saya ini ketika saya sampaikan, diamini 100% oleh Bapak Edi karena itu sudah lama menjadi salah satu dasar konsep UnICoM dalam hal communication for selling. Alangkah kagetnya saya ketika hal ini ternyata sudah lama ada, namun mengapa para networkers di luar sana belum banyak yang tahu dan masih saja menggunakan cara-cara yang saya bilang sebagai PREMANISME DALAM MENJUAL.

Mungkin pola pikir ini akan sedikit lebih lambat pada awalnya, namun efek pada jangka panjangnya, pembeli akan MERASA NYAMAN, membeli dan membeli lagi dari anda, kemudian merekomendasikan ke semua orang dimana kekuatan rekomendasi dari mulut ke mulut sangat dahsyat.

Prinsip inilah yang sudah dilupakan oleh para penjual yang lebih mengutamakan meraih keuntungan dengan cepat, bahkan bersedia mengorbankan hubungan pertemanan hanya untuk uang yang tidak seberapa nilainya.

Dan karena pemahaman yang keliru pada ungkapan BISNIS MENOLONG ORANG inilah yang membuat masyarakat begitu anti terhadap MLM.

Anti terhadap penjualnya berakibat anti terhadap produknya.

Coba bayangkan! Apa anda mau membeli barang yang ditawarkan oleh seorang preman dengan gerak-gerik mencurigakan? Sedangkan si preman sebenarnya menjual barang yang bagus dengan harga murah (dan bukan barang curian).

Ada faktor lain yang juga sangat penting yang akan saya coba share pada artikel selanjutnya, yaitu faktor KEPERCAYAAN yang saya yakini juga sudah dilupakan banyak penjual sekarang ini, tidak hanya distributor direct selling saja namun juga sales-sales yang lain.

Saya juga akan menyertakan hasil diskusi saya dengan Bapak Edi Setiawan tentang bagaimana konsep UnICom dapat memberi solusi untuk permasalahan PREMANISME ini.
Read more >>

Friday, June 19, 2009

ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN KB SUNTIK DI BPS XXX (DATA LENGPAP 081375559092)


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laju pertambahan penduduk di Indonesia dimasa ini kurang mengembirakan. Hal ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan di Indonesia berdasarkan sensus tahun 2004 mencapai 1,26% sedangkan jumlah kelahiran pertahun 1000 penduduk mencapai 20,02% (Hasil SKDI 2002-2003) Pada tahun 2004 perkiraan jumlah penduduk Indonesia adalah 216 juta jiwa dengan tingkat kepadatan 112 jiwa per km. Dan jumlah penduduk di propinsi Lampung 7.080.000 jiwa (Sumber Pusat Statistik Proyeksi Pendidikan Indonesia per Propinsi 1995-2005). Oleh karena itu pemerintah terus berupaya menekan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Salah satu usaha untuk menanggulangi masalah kependudukan tersebut adah dengan mengikuti program KB yang dimaksudkan untuk membantu pasangan dan perorangan dalam tujuan reproduksi sehat, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan mengurangi insiden kehamilan yang berisiko tinggi, kesakitan dan kematian, membuat pelayanan bermutu, terjangkau, diterima dan mudah diperoleh bagi semua orang yang membutuhkan, meningkatkan mutu nasehat, komunikasi, edukasi, konseling dan pelayanan meningkatkan pemberian ASI untuk menjarangkan kehamilan (ICPD, 1994).
Adanya program KB diharapkan ada keikutsertaan dari seluruh pihak dalam mewujudkan keberhasilan KB di Indonesia. Program KB yang didasarkan pada

Undang-undang.Nomor 10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan danperkembangan keluarga kecil sejahtera yang serasi dan selaras dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Kebijakan operasional dikembangkan berdasarkan empat misi gerakan KB Nasional yaitu pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran,pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga, yang selanjutnya secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi pelayanan kesehatn keluarga gerakan KB Nasional (Depkes RI.1999). Sudah lebih dari tiga dasa warsa, program KB telah berjalan dan dilaksanakan dengan baik.Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari menurunnya angka fertilitas yang semula 5,6 per wanita pada tahun 80-an, menjadi 2,6 anak wanita usia subur (SDKI, 2002-2003). Hal ini menunjukan bahwa program KB telah diterima dan membudaya di masyarakat.Pencapaian peserta KB dari waktu kewaktu juga terus meningkat .Pada tahun 1994 peserta KB sebesar 54,7% dan tahun 1997 meningkat menjadi 56.4%yang kemudian meningkat menjadi 60,3%.(SDKI,2002-2003). Dari pencapaian tersebut, masyarakat lebih memilih alat kontrasepasiyang sifatnya praktis dan efektifitas tinggi, seperti pil dan suntik (Hantanto, 2003). Di Indonesia menurut penelitan The National and Economic Survey (1997-1998). Akseptor KB suntik mencapai 21,1% dari total jumlah akseptor KB yang popular dipakai adalah Depo Provera 150 mg. Sedangkan SDKI tahun 2002-2003, kontrsepsi suntik dengan prevalensi 27,8% yang kemudian disusul pil 13,22% sedangkan peserta pria masih relatif rendah yaitu mencapai 2%.

Kontrasepsi hormonal seperti suntik memiliki daya kerja yang lama, tidak membutuhkan pemakaian setiap hari tetapi tetap efektif dan tingkat reversibilitasnya tinggi, artinya kembali kesuburan setelah pamakain berlangsung cepat (FK UNPAD:1996). Namun setiap metode kontrasepsi tentu mempunyai efek samping tersendiri metode hormonal seperti suntik ini umumnya menpunyai efek samping yang berupa gangguan haid, perubahan berat badan, pusing atau sakit kepala dan kenaikan tekanan darah (Hartanto, 2003). Perubahan kenaikan berat badan merupakan kelainan metabolisme yang paling sering dialami oleh manusia. Perubahan kenaikan berat badan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor hormonal yang terkandung dalam kontrasepsi suntik yaitu hormon estrogen dan progesteron. Dari hasil pre survei 20 orang pengguna alat kontrasepsi suntik di BPS Ketut Dani Rajabasa, 8 orang mengalami peningkatan berat badan <5%, 8 orang mengalami peningkatan berat badan 5-10%, 2 orang mengalami peningkatan >10% dan 2 orang berat badan tetap atau cenderung menurun .Setelah pemakaian lebih dari satu tahun. Berdasarkan fenomena-fenomena di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitan mengenai “Analisis Perbedaan Berat Badan Sebelum dan Sesudah menggunakan KB Suntik di BPS Ketut Dani Rajabasa Bandar Lampung”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan identifikasi masalah, yaitu: ditemukan dari 20 orang pengguna alat

kontrasepsi suntik di BPS Ketut Dani Rajabasa, 8 orang mengalami peningkatan berat badan <5%, 8 orang mengalami peningkatan berat badan 5-10%, 2 orang mengalami peningkatan berat badan >10% dan 2 orang berat badan tetap atau cenderung menurun
1.3 Masalah dan Permasalahan
1.3.1 Masalah
Dari identifikasi masalah di atas masalah penelitian ini adalah “apakah terdapat perbedaan berat badan ibu sebelum dan sesudah menggunakan alat kontrasepsi suntik di BPS Ketut Dani Rajabasa Bandar Lampung?”
1.3.2 Permasalahan
1.3.2.1 Bagaimana berat badan ibu sebelum menggunakan alat kontrasepsi suntik ?
1.3.2.2 Bagaimana berat badan ibu sesudah menggunakan alat kontrasepsi suntik ?
1.3.2.3 Adakah perbedaan berat badan sebelum dan sesudah menggunakan alat kontrasepsi suntik?
1.4 Tujuan Penelitian
1.4.1 Tujuan Umum
Tujuan penelitian ini adalah untuk menaganalisis perbedaan berat badan ibu sebelum dan sesudah menggunakan KB suntik di BPS Ketut Dani Rajabasa Bandar Lampung tahun 2008.

1.4.2 Tujuan Khusus
1.4.2.1 Untuk mengidentifikasi bagaimana berat badan ibu sebelum menggunakan alat kontrasepsi suntik.
1.4.2.2 Untuk mengidentifikasi bagaimana berat badan ibu setelah menggunakan alat kontrasepsi suntik.
1.4.2.3 Untuk mengidentifikasi adakah perbedaan berat badan ibu sebelum dan sesudah menggunakan alat kontrasepsi suntik.
1.5 Manfaat Penelitian
Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi:
1.5.1 Penulis
Menambah pengetahuan penulis tentang analisis perbedaan berat badan ibu sebelum dan sesudah menggunakan alat kontrasepsi suntik.
1.5.2 Bagi Lahan Penelitian (Petugas Kesehatan)
Menjadi bahan masukan dan sumber informasi mengenai perbedaan berat badan sebelum dan sesudah menggunakan KB suntik.
1.5.3 Bagi Peneliti Lain
Untuk dijadikan data dasar dalam melakukan penelitian selanjutnya
1.5.4 Bagi Akseptor KB Suntik
Peneliti mengharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan khususnya bagi akseptor KB suntik sebagai sumber pengetahuan tentang perbedaan berat badan sebelum dan sesudah menggunakan alat kontrasepsi suntik.

1.6 Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini adalah deskriptif analitik tentang analisis perbedaan berat badan sebelum dan sesudah menggunakan KB Suntik di BPS Ketut Dani Rajabasa Bandar Lampung dengan jenis penelitian uji beda dua mean dependen (paired sample). Obyek yang diteliti adalah berat badan ibu sebelum dan sesudah menggunakan KB suntik dengan pemakaian lebih dari 1 tahun. Sedangkan subyek penelitian adalah ibu akseptor KB suntik. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2008.
Read more >>

Thursday, June 18, 2009

SISTEM OTOMASI PADA GENERATOR SEBAGAI PENGGERAK POMPA AIR DI RS. Dr. PIRNGADI MEDAN


OLEH:
HENRY HUTAGALUNG
03311777
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju membawa kemudahan bagi manusia untuk melakukuan berbagai aktivitas. Hal itu terjadi karena perkembangan tersebut menghasilkan produk teknologi yang dapat menggantikan posisi manusia atau meminimalkan kerja manusia. Salah satu teknologi yang sangat pesat perkembangannya yaitu bidang kelistrikan.
Listrik merupakan sumber energi yang sangat vital dalam menunjang kehidupan manusia saat ini. Dengan adanya sumber energi listrik, manusia dapat menciptakan dan menggunakan alat-alat listrik yang pada ahirnya akan membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Salah satunya terlihat dari meluasnya pemanfaatan system pengoperasian otomatis, contohnya pengendalian otomatis motor listrik baik dirumah tangga maupun di industri yang disesuaikan benrdasarkan pemakaian motor. Motor listrik berfungsi untuk mengubah tenaga listrik menjadi tenaga gerak atau mekanik.. Motor induksi banyak digunakan pada mesin-mesin seperti lemari es, pompa air, mesin cuci dan lain sebagainya. Pada industri-industri, motor-motor banyak digunakan sebagai penggerak, contohnya adalah motor induksi.
Sebagai salah satu pusat layanan kesehatan masyarakat terbesar di kota Medan yang mana populasi penduduknya selalu meningkat dari tahun ke tahun, Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan selalu memperhatikan kualitas layanan pada konsumen (pasiennya). Salah satu wujud nyata dari kepedulian ini adalah dengan melengkapi sarana dan prasarana di rumah sakit. Contohnya, RSU tersebut telah membangun gedung baru 8 (delapan) tingkat untuk menanggulangi kebutuhan kesehatan masyarakat kota Medan.
Salah satu masalah yang timbul adalah kesulitan dalam hal penyaluran/pemasokan air untuk gedung bertingkat. Untuk mengatasi masalah ini maka pihak rumah sakit menggunakan mesin penggerak pompa air. Adapun mesin penggerak pompa air yang digunakan RSU Pirngadi adalah jenis motor induksi 3 phasa sebanyak 2 (dua) unit, yang akan melayani pasokan air lantai 1 (satu) sampai dengan lantai 8 (delapan). Mesin pompa air ini akan beroperasi untuk mengisi menara air yang akan mensuplay seluruh gedung baru. Pompa air ini dioperasikan secara otomatis dengan menggunakan system pengisian air otomatis.
Untuk mensuplay air secara kontiniu, maka motor pompa air tersebut akan terus beroperasi selama 24 jam sehingga membutuhkan operator khusus. Agar sistem beroperasinya motor ini tidak selalu dioperasikan oleh manusia maka digunakan suatu alat otomasi yang disebut dengan Floutless Level Controller. Floutless Level Controller merupakan salah satu sistem otomasi mesin pompa air dimana prinsip kerjanya sangat tergantung pada kondisi air pada wadah dengan memanfaatkan sifata konduktivitas air.
Sebagai mana tercantum dalam buku pedoman UNIMED dalam visi, misi, tujuan dan penyelenggaran sistem pendidikan di Universitas Negeri Medan yang menjadi tujuannya adalah : “menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup manusia, serta menghasilkan tenaga akademik yang professional, beriman, dan bertagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”, maka lulusan jurusan pendidikan teknik elektro UNIMED diharapkan juga dapat menjadi tenaga professional dalam bidang ilmunya yang dapat juga dibutuhkan sebagai tenaga teknisi didunia industri. Untuk mempersiapkan teknisi yang professional, maka Fakultas Teknik UNIMED Jurusan Pendidikan Elektro selalu melakukan upaya di dalam dan di luar kampus untuk menambah pengalaman lapangan sekaligus telah ditetapkan menjadi matakuliah Praktek Kerja Lapangan Industri (PKLI) dengan bobot 2 SKS bagi maha siswa yang melakukan studinya.
Dalam pelaksanaan program Praktek Kerja Lapangan Industri, mahasiswa diharuskan menyusun laporan diakhir pelaksanaan praktek. Dalam hal ini perlu dilakukan karena dari laporan inilah diketahui pengetahuan apa saja yang telah didapat mahasiswa praktikan selama melaksankan PKLI, sekaligus dapat membuka wawasan dan menambah pengalaman serta dapat melihat secara langsung penerapan ilmu yang diperoleh selama dalam perkuliahan.
Maka dari itu mahasiswa memilih PKLI di RSU. Pirngadi Medan dengan ruang lingkup penggunaan motor induksi sebagai mesin pompa air di gedung bertingkat.

B. Batasan Masalah
Adapun yang akan dibahas pada laporan ini adalah Penggunaan Floutless Level Controller sebagai Otomatisasi Motor Induksi Tiga Phasa Penggerak Mesin Pompa air pada Gedung Baru RSU Pirngadi Medan.


C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana prinsip kerja dari Floatless Level Controller?
2. Bagaimana cara penggunaan Floutless Level Controller sebagai otomatisasi pengoperasian motor induksi tiga phasa penggerak pada mesin pompa air di Gedung Baru RSU Pirngadi Medan?

D. Tujuan Pelaksanaan PKLI
1. Untuk mengetahui cara penggunaan Floutless Level Controller sebagai pengendali Motor Induksi Tiga Phasa Penggerak Mesin Pompa air pada Gedung Baru RSU Pirngadi Medan.

E. Manfaat Pelaksanaan PKLI
1. Bagi Mahasiswa
a. Dapat mengetahui dan melihat secara langsung penggunaan motor induksi tiga fasa sebagai mesin pompa air.
b. Membadingkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan pengalaman praktek di lapangan.
2. Bagi Fakultas Teknik UNIMED
a. Meningkatkan mutu dan kemampuan lulusan dimana adanya keseimbangan antara penguasaan teori dan praktek pada peralatan listrik yang ada di dunia industri.
b. Menjalin kerjasama dengan industri dalam meningkatkan mutu lulusan Fakultas Teknik UNIMED
Read more >>

Saturday, June 13, 2009

CARA MEMBUAT BLOG PADA BLOGGER.COM


Langkah 1: Daftar Google
Daftarkan Diri Anda di Google
Lho koq? Koq di Google? Katanya mau ngajarin bikin blog di blogger.com, koq malah di Google? Tidak salah, karena untuk masuk ke blogger, Anda harus memiliki login google.com.

Silahkan kunjungi http://www.blogger.com. Anda akan mendapatkan halaman seperti pada gambar dibawah.

Jika Anda sudah memiliki login di Google, Anda tinggal login, maka Anda akan masuk ke Control Panel atau Panel Kontrol.

Oh ya, Anda bisa memilih bahasa, apakah Bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

Untuk kali ini saya anggap Anda belum memiliki login Google.

Klik tanda panah besar yang bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA.

Sejauh ini sangat mudah dan akan terus mudah.

Halaman Pertama
Langkah 2: Daftar Blog
Lengkapi Pendaftaran Anda
Setelah Anda klik tanda panah besar yang bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA, maka akan muncul formulir seperti yang ada pada gambar dibawah ini.

Proses ini akan menciptakan account Google yang dapat Anda gunakan pada layanan Google lainnya. Jika Anda sudah memiliki sebuah account Google mungkn dari Gmail, Google Groups, atau Orkut.

Satu account Google bisa digunakan untuk mengakses semua fasilitas yang disediakan oleh Google.

Jika Anda sudah memiliki accout google, Anda bisa langsung login (masuk). Untuk login ke Google, Anda harus login dengan menggunakan alamat email.

Silahkan lengkapi.

1. Alamat email yang Anda masukan harus sudah ada sebelumnya. Anda akan dikirim konfirmasi ke email tersebut. Jika Anda menggunakan email palsu atau email yang baru rencana akan dibuat, maka pendaftaran bisa gagal. Anda tidak perlu menggunakan email gmail.com. Email apa saja bisa.

2. Lengkapi data yang lainnya.

3. Tandai "Saya menerima Persyaratan dan Layanan" sebagai bukti bahwa Anda setuju. BTW Anda sudah membacanya?

Setelah lengkap, klik tanda panah yang bertuliskan lanjutkan.

Form Pendaftaran 1

Form Pendaftaran 2
Langkah 3: Membuat Blog
Memilih Nama Blog dan URL Blog
Jika Anda berhasil, Anda akan dibawa ke halaman seperti pada gambar dibawah. Jika gagal? Gagal biasanya karena verifikasi kata Anda salah. Itu wajar karena sering kali verifikasi kata sulit dibaca. Yang sabar saja, ulangi sampai benar. Saya sendiri sampai mengulang 3X.

Setelah Anda berhasil mendaftar, Anda akan dibawa ke halaman seperti yang ada pada gambar dibawah. Sekarang Anda mulai membuat blog dengan mengisi nama dan alamat blog Anda.

Sebagai contoh, saya menamakan blog tersebut dengan nama Hasna Zahidah. Sssst, jangan curiga, Hasna adalah putri saya. Saya memilih alamat blog dengan alamat http://hendrik_galung.blogspot.com
sebagai alaternatif, bisa juga http://siampudan.blogspot.com.

Jika Anda membuat lensa dengan tujuan mempromosikan produk Anda atau produk afiliasi, maka dalam memilih nama, harus berisi nama produk atau jasa yang akan Anda tawarkan. Misalnya jika Anda ingin menjual ebook saya, Anda bisa memilih kata kunci seperti motivasi, sukses, berpikir positif, dan kata-kata kunci lainnya yang sesuai.

Anda juga bisa meneliti kata kunci yang paling banyak dicari orang (tentu harus berhubungan dengan produk yang Anda jual) di
https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal

Anda bisa mengecek ketersediaan alamat blog yang Anda pilih. Jika tersedia bisa Anda lanjutkan. Jika tidak tersedia, maka Anda harus kreatif mencari nama lain atau memodifikasi alamat yang sudah ada, misalnya ditambahkan abc, xzy, 101, dan bisa juga dengan menyisipkan nama Anda.

Lanjutkan dengan klik tanda panah bertuliskan LANJUTKAN.

Proses Pembuatan Blog
Langkah ke 4 Blog Template
Pilih desain yang sesuai dengan selera Anda.
Berhasil? Tentu saja berhasil, memang mudah koq.

Pilihlah tema yang sesuai dengan selera Anda. Jika tidak ada yang sesui dengan selera Anda, jangan khawatir, nanti masih banyak pilihan tema yang bisa Anda install sendiri. Sekarang pilih saja tema agar proses pembuatan blog bisa diselesaikan. Anda bisa preview tema dengan klik gambarnya.

Untuk Memilih tema Anda klik (tandai) bulatannya o. Lihat yang saya tunjuk dengan panah merah buatan saya.

Setelah itu Anda klik tanda panah yang bertuliskan LANJUTKAN

Memilih Tema
Belajar Membuat Blog Selesai
Sekarang tinggal posting, pengaturan, dan tata letak
Selamat, sekarang Anda sudah memiliki sebuah blog. Sekarang Anda sudah mulai bisa memposting pemikiran Anda di blog dan dibagi ke seluruh dunia (eh Indonesia).

Memang masih ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, yaitu pengaturan, tata letak, penambahan eleman, dan penggantian tema jika Anda menginginkan tema yang lain. Ini untuk tingkat lanjut.
selamat mencoba
Read more >>

Thursday, June 4, 2009

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN RUPTUR PERINEUM PERSALINAN NORMAL PADA PRIMIGRAVIDA DI BPS DWI YUNI FITARIYANTI TAHUN 2007


Data komplit hubungi 081265881382

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masing-masing adalah 373/100.000 kelahiran hidup (SKRT, 1995) serta 60/1000 kelahiran hidup (Susenas 1995), maka pada tahun 2003 AKI turun menjadi 307/100.000 kelahiran hidup (SDKI, 2003), sedangkan AKB turun menjadi 37/1000 kelahiran hidup (SDKI, 2003). Sementara itu, umur harapan hidup rata-rata meningkat dari 63,20 tahun pada tahun 1995 menjadi 66,2 tahun pada tahun 2003 (SDKI, 2003).
Indonesia membuat rencana strategi nasional Making Pregnancy Safer (MPS) untuk tahun 2001 - 2010, dalam konteks rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 adalah dengan visi "Kehamilan dan Persalinan di Indonesia Berlangsung Aman, serta yang Dilahirkan Hidup dan Sehat," dengan misinya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian maternal dan neonatal melalui pemantapan sistem kesehatan. Salah satu sasaran yang ditetapkan untuk tahun 2010 adalah menurunkan angka kematian maternal menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup (Saiffudin : 2002).

Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 40% kematian ibu di Indonesia. Jalan lahir merupakan penyebab kedua perdarahan setelah atonia uteri yang terjadi pada hampir persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Pada seorang primipara atau orang yang baru pertama kali melahirkan ketika terjadi peristiwa "kepala keluar pintu". Pada saat ini seorang primipara biasanya tidak dapat tegangan yang kuat ini sehingga robek pada pinggir depannya. Luka-luka biasanya ringan tetapi kadang-kadang terjadi juga luka yang luas dan berbahaya. Sebagai akibat persalinan terutama pada seorang primipara, biasa timbul luka pada vulva di sekitar introitus vagina yang biasanya tidak dalam akan tetapi kadang-kadang bisa timbul perdarahan banyak (Prawirohardjo, 1999).
Ruptur Perineum dapat terjadi karena adanya ruptur spontan maupun episiotomi. perineum yang dilakukan dengan episiotomi itu sendiri harus dilakukan atas indikasi antara lain: bayi besar, perineum kaku, persalinan yang kelainan letak, persalinan dengan menggunakan alat baik forceps maupun vacum. Karena apabila episiotomi itu tidak dilakukan atas indikasi dalam keadaan yang tidak perlu dilakukan dengan indikasi di atas, maka menyebabkan peningkatan kejadian dan beratnya kerusakan pada daerah perineum yang lebih berat. Sedangkan luka perineum itu sendiri akan mempunyai dampak tersendiri bagi ibu yaitu gangguan ketidaknyamanan.

Berdasarkan hasil data prasurvey, angka kejadian rupture perineum spontan yang dialami ibu primigravida di BPS Yuni Dwi Fitariyanti tahun 2007 masih sangat tinggi yaitu sebanyak 41 orang (65%) dari 63 persalinan normal. Sedangkan yang tidak mengalami rupture perineum berjumlah 22 orang. Jumlah berat badan bayi > 3100 gr yaitu 32 bayi sedangkan yang < 3.100 gr sebanyak 31 bayi. Dari 32 orang ibu yang melahirkan dengan berat badan bayi > 3.100 gr yang mengalami rupture berjumlah 30 orang dan yang tidak mengalami rupture 2 orang. Sedangkan dari 31 orang ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan < 3.100 gr yang mengalami rupture sebanyak 11 orang dan yang tidak sebanyak 20 orang.
Berdasarkan data tersebut penulis tertarik untuk meneliti hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS Dwi Yuni Fitariyanti tahun 2007.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu adakah hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS Dwi Yuni Fitariyanti tahun 2007.

C. Ruang Lingkup
Penelitian ini akan mengkaji hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS Dwi Yuni Fitariyanti. Dengan desain penelitian korelasi. Subjek penelitian yaitu ibu primigravida pada persalinan normal pada bulan Januari - Desember tahun 2007. Objek penelitian yaitu berat badan lahir di atas 3100 gram dan berat badan lahir kurang dari 3100 gram pada bulan Januari-Desember 2007 pada primigravida. Alasan dilakukannya penelitian karena masih banyak ditemukannya angka kejadian ruptur perineum pada primigravida di BPS Dwi Yuni Fitariyanti yaitu 41 dari 63 persalinan normal pada primigravida. Penelitian ini akan menggunakan metode cross sectional yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2007 di BPS Dwi Yuni Fitariyanti yang beralamat di Tegineneng Lampung Selatan.

D. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS Dwi Yuni Fitariyanti tahun 2007.

2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengidentifikasi jumlah berat badan lahir di atas 3100 gram dan berat badan lahir kurang dari 3100 gram yang dilahirkan ibu yang menyebabkan ruptur atau tidak ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS Dwi Yuni Fitariyanti tahun 2007.
b. Untuk mengetahui adakah hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS Dwi Yuni Fitariyanti tahun 2007.
c. Untuk mengetahui keeratan hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS Dwi Yuni Fitariyanti tahun 2007.
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan untuk:
1. Manfaat bagi tempat penelitian
Sebagai masukan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan masukan dalam memberikan penyuluhan.
2. Manfaat bagi institusi pendidikan
Untuk mendapatkan perbendaharaan perpustakaan/referensi bagi Kebidanan Wira Buana Metro.
3. Manfaat bagi peneliti
Untuk penerapan ilmu pengetahuan dalam membuat karya tulis dan sebagai salah satu pengalaman belajar di Akademi Kebidanan Wira Buana Metro.
Read more >>

Monday, June 1, 2009

KTI KEBIDANAN LENGKAP PADA PENULIS 081265881382

Karakteristik Kasus Solusio Plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Solusio plasenta atau disebut juga abruptio placenta atau ablasio placenta adalah separasi prematur plasenta dengan implantasi normalnya di uterus (korpus uteri) dalam masa kehamilan lebih dari 20 minggu dan sebelum janin lahir. Dalam plasenta terdapat banyak pembuluh darah yang memungkinkan pengantaran zat nutrisi dari ibu ke janin, jika plasenta ini terlepas dari implantasi normalnya dalam masa kehamilan maka akan mengakibatkan perdarahan yang hebat. Hebatnya perdarahan tergantung pada luasnya area plasenta yang terlepas (1,2).
Penyebab terbanyak kematian maternal di Indonesia adalah perdarahan (1). Perdarahan pada ibu hamil dibedakan atas perdarahan antepartum (perdarahan sebelum janin lahir) dan perdarahan postpartum (setelah janin lahir). Solusio plasenta merupakan 30% dari seluruh kejadian perdarahan antepartum yang terjadi (3,4).
Perdarahan pada solusio plasenta sebenarnya lebih berbahaya daripada plasenta previa oleh karena pada kejadian tertentu perdarahan yang tampak keluar melalui vagina hampir tidak ada atau tidak sebanding dengan perdarahan yang berlangsung internal yang sangat banyak. Pemandangan yang menipu inilah sebenarnya yang membuat solusio plasenta lebih berbahaya karena dalam keadaan yang demikian seringkali perkiraan jumlah darah yang telah keluar sukar diperhitungkan, padahal janin telah mati dan ibu berada dalam keadaan syok (5).
Penyebab solusio plasenta tidak diketahui dengan pasti, tetapi pada kasus-kasus berat didapatkan korelasi dengan penyakit hipertensi vaskuler menahun, dan 15,5% disertai pula oleh preeklamsia. Faktor lain yang diduga turut berperan sebagai penyebab terjadinya solusio plasenta adalah tingginya tingkat paritas dan makin bertambahnya usia ibu (5).
Gejala dan tanda solusio plasenta sangat beragam, sehingga sulit menegakkan diagnosisnya dengan cepat. Dari penelitian oleh Hard dan kawan-kawan diketahui bahwa 15% dari kasus solusio plasenta didiagnosis dengan persalinan prematur idiopatik, sampai kemudian terjadi gawat janin, perdarahan hebat, kontraksi uterus yang hebat, hipertoni uterus yang menetap, gejala-gejala ini dapat ditemukan sebagai gejala tunggal tetapi lebih sering berupa gejala kombinasi (2).
Solusio plasenta merupakan penyakit kehamilan yang relatif umum dan dapat secara serius membahayakan keadaan ibu. Seorang ibu yang pernah mengalami solusio plasenta, mempunyai resiko yang lebih tinggi mengalami kekambuhan pada kehamilan berikutnya. Solusio plasenta juga cenderung menjadikan morbiditas dan bahkan mortalitas pada janin dan bayi baru lahir. Angka kematian janin akibat solusio plasenta berkisar antara 50-80%. Tetapi ada literatur lain yang menyebutkan angka kematian mendekati 100% (3).
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), angka kematian maternal di Indonesia pada tahun 1998-2003 sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih cukup jauh dari tekad pemerintah yang menginginkan penurunan angka kematian maternal menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup untuk tahun 2010. Angka kematian maternal ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara ASEAN. Angka kematian maternal di Singapura dan Malaysia masing-masing 5 dan 70 orang per 100.000 kelahiran hidup (6).
Di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru solusio plasenta yang termasuk dalam hemoragi (perdarahan) antepartum menduduki peringkat ke-4 terbanyak berdasarkan data dari bagian Rawat Inap Obstetri dan Ginekologi RSUD Arifin Achmad Pekanbaru yang menampilkan 10 kasus Obstetri terbanyak tahun 2004.
1. 2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka timbul pertanyaan yang hendak dijawab dengan penelitian ini, yaitu:
1) Berapa angka kejadian solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru selama periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006 ?
2) Berapa angka kejadian solusio plasenta ditinjau dari umur ibu di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru selama periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006 ?
3) Berapa angka kejadian solusio plasenta ditinjau dari paritas ibu di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru selama periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006 ?
4) Berapa distribusi kejadian hipertensi dalam kehamilan pada penderita solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru selama periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006 ?
5) Adakah riwayat trauma abdomen penderita solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru selama periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006 ?
6) Apa jenis tindakan persalinan yang dilakukan dalam penanganan penderita solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru selama periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006 ?
7) Bagaimana luaran ibu dan bayi pada penderita solusio plasenta yang dirawat di bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada saat keluar dari Rumah Sakit dalam periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006 ?
Maka berdasarkan hal di atas penulis merumuskan masalah sebagai berikut; “Bagaimana karakteristik kasus solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006 ?”.
1. 3 Tujuan Penelitian
1. 3. 1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui karakteristik kasus solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
1. 3. 2 Tujuan Khusus
1) Mengetahui angka kejadian solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
2) Mengetahui distribusi umur ibu penderita solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
3) Mengetahui distribusi paritas ibu penderita solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
4) Mengetahui distribusi hipertensi dalam kehamilan pada penderita solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
5) Mengetahui distribusi trauma abdomen pada penderita solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
6) Mengetahui jenis tindakan persalinan yang dilakukan pada kasus solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
7) Mengetahui luaran ibu dengan solusio plasenta saat keluar dari RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
Mengetahui luaran bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita solusio plasenta saat keluar dari RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dalam periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
1. 4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk :
1) Memberikan gambaran mengenai kasus solusio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru periode 1 Januari 2002-31 Desember 2006.
2) Sumber informasi bagi praktisi kesehatan dan pemerintah agar lebih memperhatikan masalah solusio plasenta sebagai salah satu faktor resiko penyebab kematian ibu dan anak yang dapat dipakai sebagai pertimbangan dalam pengelolaan kasus-kasus solusio plasenta sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak.
3) Untuk kepentingan masyarakat ilmiah, sebagai data dasar bagi penelitian selanjutnya.
Read more >>

JUDUL SKRIPSI JURUSAN METROLOGI KOMPLIT

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAHAN TERA, TERA
ULANG DAN KALIBRASI BERBASIS CLIENT- SERVER



data dari skripsi diatas komplit dan telah lulus ujian,
bagi rekan-rekan mahasiswa yang pengen data lengkapnya silahkan hubungi
saya pada nomor yang telah terdafdar diatas...

salam
Read more >>