Friday, July 31, 2009

TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA KELAS XI SMA MASEHI BERASTAGI KABUPATEN KARO TAHUN PEMBELAJARAN 2008/2009

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.
Kesegaran jasmani diberi arti sebagai berbagai aspek kualitas hidup yang sangat berhubungan dengan keadaan status kesehatan jasmani yang positif. Kesegaran jasmani ini merupakan sari utama atau cikal bakal dari kesegaran secara umum, jadi apabila seseorang dalam keadaan segar, salah satu aspek pokok yang nampak adalah keadaan penampilan jasmaninya. Dengan demikian seseorang tidak dapat mencapai kesegaran secara menyeluruh atau umum tanpa didasari oleh keadaan kesegaran jasmani yang baik. Akan tetapi sebaliknya, seseorang yang memiliki kesegaran jasmani yang tinggi juga akan nampak tidak berdaya apabila tidak memiliki kesegaran aspek hidup lain terutama kelanjutan kesegaran rohani dan sosial. Jadi, kesegaran jasmani sebagai ciri awal, pendorong dan sumber kekuatan untuk menggerakkan perkembangan dan pertumbuhan jasmani ke arah yang lebih baik, sehingga aspek lain dapat tercapai dengan penuh harapan. Contoh, seseorang akan dapat bekerja lebih lama karena Ia memiliki daya tahan tubuh yang baik, tidak mudah letih, tenang dan sabar sehingga memperoleh hasil yang lebih baik pula.


Pengembangan kesegaran jasmani siswa melalui pembelajaran Penjas, bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik para siswa/i agar mampu mengikuti aktivitas pembelajaran dengan baik yang diberikan di sekolah sesuai dengan kurikulum yang diterapkan. Siswa/i yang memiliki derajat kesegaran jasmani yang tinggi akan menopang terhadap aktivitas kegiatan belajarnya dan meningkatkan kinerja serta mampu untuk melakukan aktivitas fisik lainnya, seperti jalan-jalan, olahraga dan kegiatan pengisian waktu luang lainnya.
Kesegaran jasmani selanjutnya merupakan kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugas sehari-hari dengan penuh kesungguhan dan tanggungjawab, tanpa memiliki rasa lelah dan penuh semangat untuk menikmati penggunaan waktu luang dan menghadapi kemungkinan berbagai bahaya di masa yang akan datang.
Lingkungan sekitar sebagai tempat tinggal manusia sangat memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pemeliharaan dan peningkatan kesegaran jasmani. SMA Masehi berada di daerah Kota Berastagi, sekolah tersebut memiliki banyak siswa/i yang setiap harinya datang untuk belajar. Apabila dilihat dari data yang ada, kemungkinan tingkat kesegaran jasmani siswa kelas XI SMA Masehi bervariasi. Setelah diteliti apa penyebab bervariasinya tingkat kesegaran jasmani siswa kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo, banyak diantara mereka yang selalu melakukan pekerjaan bertani membantu orang tua mereka seperti : mencangkul, menyemprot, mengangkat barang hasil pertanian mereka dari ladang mereka menuju tepi jalan yang nantinya akan dilewati oleh kendaraan yang akan mengangkat barang hasil pertanian mereka untuk dijual ke pasar. Jalan menuju perladangan mereka tidak dapat langsung dilewati oleh kendaraan apapun, hanya bisa dilewati oleh manusia karena jalan tersebut hanya jalan setapak. Jarak yang harus ditempuh untuk mengangkat barang hasil pertanian mereka antara 150-200 meter, dan berat barang tersebut bisa mencapai 30-50 kg. Semua itu mereka lakukan karena dorongan ekonomi yang selalu tidak mencukupi kebutuhan keluarga mereka. Rata-rata siswa/i yang bersekolah di sekolah tersebut orang tuanya bekerja sebagai petani. Hampir setiap harinya mereka membantu orang tua mereka ke ladang, karena menurut mereka (orang tua siswa) dari hasil pertanianlah mereka mendapat sumber kehidupan.
Keadaan tersebut sangat mempengaruhi keadaan jasmani siswa, keadaan itu juga mempengaruhi tingkat kehadiran siswa, mereka merasakan kelelahan yang sangat berarti. Beranjak dari kenyataan yang dijumpai di lapangan, khususnya di lingkungan SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo dijumpai berbagai latar belakang siswa/i, ada juga diantara siswa yang hampir setiap harinya melakukan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kegiatan yang dilakukan mereka antara lain adalah kegiatan olahraga seperti : bermain volley, basket dan tennis meja. Kemudian ada juga diantara siswa/i yang tidak melakukan kegiatan fisik apapun, hanya melakukan kegiatan les dan kursus-kursus di tempat Lembaga Pendidikan yang lain. Penulis menganggap hal itu menjadi suatu penyebab bervariasinya tingkat kesegaran jasmani yang dimiliki siswa/i di sekolah SMA Masehi Berastagi dalam hal peningkatan kesegaran jasmani siswa yang jadi pokok utamanya.
Dari pembahasan diatas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian, selanjutnya menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah dengan judul Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo Tahun Pembelajaran 2008/2009. Agar nantinya dapat berguna bagi pihak sekolah untuk dapat meningkatkan tingkat kesegaran siswanya.

B. Identifikasi Masalah.
Bertitik tolak pada pemikiran permasalahan yang di ungkapkan pada bagian latar belakang masalah diatas, maka dapat didefenisikan beberapa masalah sebagai berikut : Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani siswa/i kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo? Apakah dengan melakukan pekerjaan seperti bertani dapat mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani siswa/i kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo? Apakah dengan melakukan kegiatan Ekstrakurikuler dapat mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani siswa/i kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo? Bagaimana tingkat kesegaran jasmani yang dimiliki siswa kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo?

C. Pembatasan Masalah.
Melihat dari identifikasi masalah yang telah dikemukakan, maka penelitian ini dibatasi pada tingkat kesegaran jasmani yang dimiliki oleh siswa/i kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo Tahun Pembelajaran 2008/2009.

D. Rumusan Masalah.
Berdasarkan pada uraian dalam latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti yaitu :
1. Bagaimanakah tingkat kesegaran jasmani yang dimiliki siswa/i kelas XI SMA Masehi Berastagi yang melakukan kegiatan membantu orang tua setelah pulang sekolah (bertani) Kabupaten Karo Tahun Pembelajaran 2008/2009.
2. Bagaimanakah tingkat kesegaran jasmani yang dimiliki siswa/i kelas XI SMA Masehi Berastagi yang melakukan kegiatan Ekstrakurikuler setelah pulang sekolah, Kabupaten Karo Tahun Pembelajaran 2008/2009.
3. Bagaimanakah tingkat kesegaran jasmani yang dimiliki siswa/i kelas XI SMA Masehi Berastagi yang tidak melakukan kegiatan apapun (tanpa aktivitas fisik) setelah pulang sekolah, Kabupaten Karo Tahun Pembelajaran 2008/2009.
4. Bagaimanakah tingkat kesegaran jasmani yang dimiliki siswa/i kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo Tahun Pembelajaran 2008/2009.



E. Tujuan Penelitian.
Adapun tujuan penelitian adalah :
1. Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa-siswi kelas XI SMA Masehi Berastagi yang melakukan kegiatan membantu orang tua (bertani)
2. Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa-siswi kelas XI SMA Masehi Berastagi yang melakukan kegiatan Ekstrakurikuler.
3. Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa-siswi kelas XI SMA Masehi Berastagi yang tidak melakukan kegiatan apapun (tanpa aktivitas fisik).
4. Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa-siswi kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo Tahun Pembelajaran 2008/2009.

F. Manfaat Penelitian.
1. Didapatnya data informasi tentang tingkat kesegaran jasmani siswa/i kelas XI SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo bagi para guru maupun pembina olahraga yang ada terutama bagi pihak sekolah itu sendiri.
2. Bagi para siswa dapat menjadi sebuah motivasi setelah mendapat informasi dan data agar terus berusaha mengadakan pembinaan dan peningkatan kondisi kesegaran jasmani mereka sendiri.
3. Bagi para guru, pelatih dan pembina olahraga serta masyarakat luas yang gemar olahraga agar lebih memahami betapa pentingnya kesegaran jasmani dalam mencapai prestasi dan aktifitas kerja.

BAB II
LANDASAN TEORITIS

A. Kajian Teoritis.
1. Hakekat Kesegaran Jasmani.
Tingkat kesegaran jasmani yang dimiliki seseorang menjadi peranan penting dalam melakukan aktifitas atau kegiatan sehari-hari. Tingkat kesegaran jasmani yang tinggi diperlukan oleh semua orang, termasuk anak usia sekolah mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA/sederajat). Dengan memiliki tingkat kesegaran jasmani yang tinggi, siswa mampu melakukan aktifitas sehari-hari dengan waktu lebih lama dibanding siswa yang memiliki tingkat kesegaran jasmani yang rendah.
Secara fisiologi olahraga seseorang dikatakan memiliki kesegaran jasmani yang baik apabila kondisi fisiknya mampu mengatasi keadaan lingkungan yang memerlukan kerja otot. Seperti yang dikemukakan oleh Nurhasan (2001:131) bahwa “physiological fitness adalah kemampuan agar tubuh agar tubuh untuk menyesuaikan fisiolaginya untuk mengatasi keadaan lingkungan dan/atau tugas fisik yang memerlukan kerja otot, secara efisien, tidak mengalami kelelahan yang berlebihan, dan telah pulih sebelum datang tugas-tugas pada hari berikutnya”. Dari uraian tersebut di atas jelaslah bahwa yang dimaksud dengan physical fitness adalah physiological fitness. Menurut Karpovich (dalam Nurhasan, 2001:132) “bahwa physical fitness adalah suatu kemampuan untuk melakukan suatu tugas tertentu yang memerlukan usaha otot.
7

Untuk mempertahankan kesegaran jasmani dapat dilakukan dengan melaksanakan beberapa latihan yaitu :
1. Latihan kekuatan.
Dapat dilakukan dengan push-up, sit-up, back-up, dan berjalan dengan kedua tangan.
2. Latihan kecepatan.
Dapat dilakukan dengan interval sprint, acceleration sprint dan hallow sprint.
3. Daya tahan otot jantung dan paru-paru
Untuk melatih daya tahan otot jantung dan paru-paru dapat dilakukan dengan jogging, lari 1.2 Km dan 2.4 Km, Senam Jantung Sehat (SKS), dan berenang.
4. Kelincahan.
Bentuk-bentuk latihan-latihan untuk kelincahan dapat dilakukan dengan shuttle run (lari bolak-balik), dan lari zig-zag melewati rintangan.
5. Kelentukan.
Dapat dilatih berupa gerakan-gerakan stretchting (pemanasan) baik gerakan statis maupun dinamis. Namun lebih didominankan pada gerakan statis.

Terkait tentang kesegaran jasmani menurut beberapa ahli dapat dikemukakan oleh Sudarno (1992:9) “bahwa kesegaran jasmani adalah suatu keadaan saat tubuh mampu menunaikan tugas hariannya dengan baik dan efisien, tanpa kelelahan yang berarti, dan tubuh masih memiliki tenaga cadangan, baik untuk mengatasi keadaan darurat yang mendadak, mampu untuk menikmati waktu senggang dengan rekreasi yang aktif”. Kemudian menurut M.. Ichsan (1988:54) bahwa, “bahwa kesegaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugas sehari-hari dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab, tanpa memiliki rasa lelah dan dengan penuh semangat untuk menikmati penggunaan waktu luang dan menghadapi kemungkinan berbagai bahaya dimasa mendatang”. Sedangkan menurut Safri dalam Dasar-dasar Pendidikan Jasmani (1994:146). Mengatakan dari sudut pandang fisiologis, “kesegaran jasmani adalah kapasitas untuk dapat menyesuaikan diri terhadap latihan yang melelahkan dan pulih akibat latihan tersebut”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesegaran jasmani adalah kemampuan untuk dapat melaksanakan tugas sehari-hari dengan semangat, tanpa rasa lelah yang berlebihan dan dengan penuh energi melakukan dan menikmati kegiatan pada waktu luang dan dapat menghadapi keadaan darurat bila datang. Kemudian kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang, tak terkecuali pelajar. Sebab kesegaran jasmani sangat bersenyawa dengan hidup manusia. Sebagai pelajar yang melakukan aktifitas secara rutin setiap harinya yang cukup lama dalam kegiatan pembelajaran ini cukup melelahkan selama lebih kurang lima jam setiap harinya, maka dibutuhkan kesegaran jasmani yang tinggi untuk dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal tanpa mengalami kelelahan yang berarti.

2. Tujuan Kesegaran Jasmani.
Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah.
Muhajir (dalam Sipayung, 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung, komponen kondisi tubuh, ekonomi gerakan pada waktu latihan, pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”.

Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari, baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri, agar dapat hidup sehat, terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup.

3. Kesegaran Jasmani Yang Berkaitan Dengan Kesehatan.
a. Daya tahan jantung dan paru-paru.
Menurut Len Kravitz (1997:5) “mengemukakan daya tahan jantung, paru-paru, pembuluh darah dan grup otot-otot yang besar untuk melakukan latihan-latihan yang keras dalam jangka waktu yang lama”. Dan Wahjoedi (2000:9) mengatakan daya tahan jantung dan paru-paru adalah “kapasitas sistem jantung dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal saat melakukan aktifitas sehari-hari dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti”.
Jadi dari pernyataan pendapat di atas jelas bahwa kapasitas jantung dan paru sangatlah penting untuk menunjang kinerja otot dengan perannya mengambil oksigen dan menyalurkan ke seluruh jaringan otot yang sedang aktif sehingga dapat digunakan untuk proses metabolisme tubuh.
b. Kekuatan daya tahan otot.
Len Kravitz (1997:6) mengatakan bahwa kekuatan otot adalah “kemampuan otot untuk menggunakan tenaga maksimal atau mendekati maksimal untuk mengangkat beban sedangkan daya tahan otot adalah kemampuan dari otot kerangka badan untuk menggunakan kekuatan tidak perlu maksimal dalam jangka waktu tertentu”. Sedangkan kekuatan otot adalah “tenaga, gaya atau tegangan yang dapat dihasilkan oleh otot pada suatu kontraksi pada suatu beban maksimal”.
Selain itu otot yang juga dapat memberi kesan bahwa tubuh seseorang dapat menampilkan sikap yang lebih baik, sel otot mampu membakar kalori yang lebih besar, bagi seorang olahragawan, atlet atau siapapun yang memiliki kekuatan dan daya tahan akan dapat meningkatkan performa dan prestasi yang ada pada dirinya hanya saja memerlukan latihan-latihan yang cukup dan terprogram. Untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot dapat dilakukan melalui latihan seperti : latihan beban, push-up untuk melatih otot lengan, sit-up melatih daya tahan otot perut, full-up dan latihan beban lainnya dan harus di ingat bahwa dalam melatih daya tahan yang paling diutamakan adalah jumlah repetisi.


c. Kelenturan.
Len Kravitz (1997:7) mengatakan bahwa kelenturan adalah “gerakan otot-otot dan persendian tubuh yang berhubungan dengan kemampuan otot kerangka tubuh secara alamiah dan telah dimantapkan kondisinya direngang melampaui panjangnya yang normal waktu istirahat”. Selanjutnya menurut Wahjoedi (2000:60) mengemukakan kelenturan adalah “kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan melalui ruang gerak sendi atau ruang gerak tubuh secara maksimal”.
Terkait dengan kesehatan maka kelenturan merupakan salah satu parameter atau tolak ukur kesembuhan akibat cidera dan penyakit-penyakit sistem musculus skeletal, kelenturan juga dapat menghaluskan gerakan manusia, memperbaiki keterampilan gerak, mengurangi cidera-cidera dan yang penting adalah meningkatkan kebebasan dari gerakan yang baik. Kelenturan yang baik juga akan memudahkan seseorang untuk mendapatkan hasil kerja yang baik karena hilangnya kekakuan yang memungkinkan mempersulit pergerakan.
d. Komposisi tubuh
Menurut Len kravitz (1997:7) “komposisi tubuh adalah persentase lemak tubuh, dari berat badan tanpa lemak (otot, tulang rawan dan organ vital)”. Karena lemak merupakan bagian dari pada tubuh yang dapat memberikan andil pada keindahan bentuk tubuh bila jumlahnya tepat dan sesuai dengan jumlah dan letaknya, oleh karena itu persentase lemak haruslah kita ketahui dengan cara melakukan pengukuran dengan menggunakan alat schinfold caliper di bagian-bagian tertentu seperti triceps, biceps, sub scapula dan suprailiaka.
Persentase lemak tubuh biasanya tergantung pada jenis kelamin, usia, keturunan dan aktifitas seseorang. Karena pada umumnya semakin usia menanjak akan semakin meningkat pula persentase dari lemak tersebut khususnya bagi kaum wanita. Jadi secara umum dapat ditarik konklusi bahwa kecil persentase lemak, maka akan semakin baik kinerja seseorang. Ada beberapa fungsi lemak antara lain yaitu : 1. pelindung organ-organ bagian dalam tubuh, 2. membantu memberikan garis bentuk tubuh, 3. sebagai cadangan makanan. Seseorang ataupun siswa yang mempunyai badan yang besar atau terlihat berlebihan lemak pada tubuhnya sangatlah mempengaruhi ruang gerak yang ada pada dirinya, untuk itu hendaklah kita selalu menjaga komposisi tubuh kita agar selalu seimbang yaitu melalui olahraga secara teratur dan terprogram.

4. Kesegaran jasmani yang berkaitan dengan keterampilan gerak
a. Kecepatan.
Menurut Wahjoedi (2000:61) mengemukakan bahwa kecepatan adalah “kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya”. Kecepatan tidak hanya dibutuhkan untuk berlari tetapi pada dasarnya kecepatan dapat dipergunakan dalam segala bentuk aktifitas seperti dalam menyelesaikan tugas, baik pekerjaan harian maupun tugas-tugas belajar sebagai siswa.
b. Kelincahan.
Menurut Wahjoedi (2000:61) kelincahan adalah merupakan “kemampuan tubuh untuk mengubah arah secara tepat tanpa adanya gangguan keseimbangan atau kehilangan keseimbangan”. Dengan kordinasi dan kecepatan yang tinggi maka dengan sendirinya seseorang akan memiliki kesegaran yang baik karna dalam komponen kelincahan memadukan semua unsur gerakan dan daya tahan tubuh.
c. Keseimbangan.
Menurut Wahjoedi (2000:61) adalah “kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi atau sikap tubuh secara tepat pada saat melakukan gerakan”. Karena pada dasarnya keseimbangan sangat diperlukan untuk selalu dapat mempertahankan postur dan kondisi tubuh baik pada saat berjalan, duduk atau melakukan aktifitas fisik lainya dalam menyelesaikan tugas-tugas keseharian.
d. Kecepatan reaksi.
Menurut Wahjoedi (2000:61) mengatakan “kecepatan reaksi adalah waktu yang diperlukan untuk memberikan respon kinetik setelah menerima suatu stimulus atau rangsangan. Karena melalui rangsangan (stimulus) reaksi tersebut mendapat sumber dari : pendengaran, pandangan (visual), rabaan maupun gabungan antara pendengaran dan rabaan”. Berdasarkan penjelasan diatas jelas bahwa kecepatan reaksi sangatlah penting bagi setiap individu maupun bagi siswa yang melakukan aktifitas kerja maupun belajar setiap harinya.
e. Koordinasi.
Menurut Wahjoedi (2000:61) mengatakan bahwa koordinasi adalah “kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan secara tepat, cermat dan efisien”. Koordinasi merupakan gerakan yang sangat komplek, contoh sederhana adalah pada reflek mata pada saat mengirimkan gambar-gambar yang kita lihat melalui serabut syaraf ke otak..
Otak menafsirkan sinyal tersebut memutuskan otot mana yang harus berkontraksi dan seberapa kekuatan serta kecepatan kontraksinya, serta mengirimkan pesan-pesan sepanjang jaringan syaraf yang lain untuk setiap otot yang berkontraksi, ada satu otot yang berlawanan yang berelaksasi, dan otot yang berlawanan yang berelaksasi tersebut menkoordinasi setiap gerakan dalam tubuh secara bersamaan dan seluruh proses ini memerlukan waktu yang sangat singkat atau bisa dikatakan seperdetik saja. Koordinasi bagi seorang pelajar sangatlah diperlukan berhubung akibat aktifitasnya yang hampir selalu berubah setiap jamnya karena pelajaran-pelajaran yang mereka ikuti selalu berbeda.

5. Profil SMA Masehi Berastagi.
SMA Masehi Berastagi sebagai salah satu lembaga pendidikan telah memiliki sarana dan prasarana yang mendukung dalam proses belajar mengajar. Sarana dan prasarana yang meliputi gedung sekolah yang permanen dengan jumlah ruang belajar 24 kelas, ruang guru 1 buah, ruang komputer 1 buah, laboratorium 1 buah. Selain dari itu SMA Masehi Berastagi juga memiliki sarana dan prasarana olahraga, diantaranya lapangan bola volly, lapangan basket, tenis meja. Dalam pelaksanaan pembelajaran SMA Masehi Berastagi memiliki guru sebanyak 56 orang, dengan guru olahraga sebanyak 1 orang, pegawai sebanyak 10 orang, dengan jumlah siswa sebanyak 640 orang yang terdiri dari 383 siswa putra dan 257 siswa putri. Dilihat dari lokasi sekolah, letak SMA Masehi Berastagi terletak pada posisi yang strategis karena dapat dilalui oleh semua jenis angkutan kendaraan umum, sehingga dapat membantu siswa dalam menempuh/menuju ke sekolah dengan mudah.
SMA Masehi Berastagi sebagai salah satu lembaga pendidikan formal memuat berbagai kurikulum pendidikan yang salah satunya adalah pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani dan kesehatan merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, baik dari tingkat SD (sederajat) sampai tingkat SLTA (sederajat). Di Sekolah Menengah Atas (SMA) mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan memiliki alokasi waktu dua jam pelajaran setiap minggu, dengan alokasi waktu yang ada diajarkan berbagai cabang olahraga dan kesehatan. Mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan bertujuan untuk mengenalkan berbagai cabang olahraga dan pengetahuan tentang kesehatan yang dalam pelaksanaannya mengutamakan aktivitas fisik untuk mencapai dan meningkatkan kesehatan.
Dalam kurikulum SLTA (sederajat) dikemukakan mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan adalah merupakan bagian pendidikan secara keseluruhan dalam proses pembelajarannya mengutamakan aktivitas jasmani dan kebiasaan hidup sehat menuju pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang serasi, selaras dan seimbang. Dari penjelasan yang dikemukakan dapat dimengerti bahwa mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan memiliki tugas dan peran yang sangat penting untuk mewujudkan individu yang sehat jasmani dan rohani.
Untuk mewujudkan individu yang sehat jasmani dan rohani maka dalam mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan diajarkan berbagai macam aktivitas olahraga melalui cabang olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan siswa melalui aktivitas gerak. Sedangkan untuk menambah pengetahuan kesehatan diajarkan melalui materi pendidikan kesehatan yang meliputi kesehatan pribadi, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Dari uraian yang dikemukakan di atas dijelaskan bahwa dalam rangka mewujudkan individu yang sehat diperlukan aktivitas fisik yang seimbang yang dilakukan melalui aktivitas cabang olahraga, melalui mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan. Terlaksananya aktivitas fisik yang seimbang diharapkan akan meningkatkan kesegaran jasmani siswa.




B. Kerangka Berpikir.
Kita ketahui bahwa tubuh tersusun atas berbagai alat (organ) tubuh yang saling berhubungan satu sama lain. Manusia senantiasa beraktifitas sehingga kondisi tubuh (jasmani) harus dijaga agar tetap segar. Olahraga akan melatih alat-alat tubuh untuk tetap berada dalam kondisi yang baik. Sedangkan dalam pembinaan dan peningkatan prestasi belajar diperlukan kondisi fisik dan kesegaran jasmani yang baik. Karena baik burukya tingkat kesegaran jasmani siswa mempengaruhi kegiatan/aktifitas yang dilakukan siswa dalam menerima materi pelajaran yang diberikan. Bila tingkat kesegaran jasmani siswa dalam kategori baik maka banyak aktifitas yang dapat dilakukan dengan mudah. Demikian sebaliknya, jika tingkat kesegaran jasmani buruk maka gairah hidup pun pasti berkurang dan aktifitas yang dilakukan sangat minim. Sekolah merupakan lembaga formal yang tujuan utamanya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa dapat cerdas oleh karena siswa-siswanya dan juga cara belajar yang dilakukan secarab optimal. Keoptimalan dalam belajar salah satunya disumbangkan secara signifikan oleh kesegaran jasmani para pelajarnya. Dengan demikian kesegaran jasmani yang baik akan dapat mempengaruhi kesehatan siswa dan kecerdasan siswanya tersebut.
Dalam membina kesegaran jasmani peranan guru pendidikan jasmani serta ketersediaan sarana dan prasarana sangatlah memegang peranan penting, oleh sebab itu seorang guru pendidikan jasmani memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengelola mata pelajaran pendidikan jasmani agar siswa di SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo khususnya kelas XI memiliki kesegaran jasmani yang baik. Pihak sekolah sadar akan rasa tanggung jawab untuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, itu sebabnya perlunya diadakan penelitian untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani yang dimiliki oleh siswa di sekolah-sekolah khususnya di SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo. Jadi jelas bahwa kesegaran jasmani sangatlah penting untuk ditingkatkan guna menambah semangat kerja dan meningkatkan kesegaran jasmani, terlebih lagi bagi para siswa yang sedang duduk di bangku sekolah dan sedang masa pertumbuhan.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian.
1. Lokasi Penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Masehi Berastagi Kabupaten Karo Pembelajaran 2008/2009.
2. Waktu Penelitian.
Waktu penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 - 6 Desember 2008.
Read more >>

Tuesday, July 28, 2009

ILMU KOMPUTER




BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah

Toko Infotech Computer ini telah menggunakan berbagai media untuk berpromosi seperti brosur, spanduk, dan yang lain. Toko ini belum memanfaatkan media komputer untuk berpromosi. Padahal dengan mem-publish produk dan jasa yang telah dibuat ke sebuah web akan menjadikan toko tersebut akan semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, aktivitasnya tidak hanya dalam hal layanan penjualan, akan tetapi juga melakukan kegiatan pencatatan dan pendataan terhadap pengunjung (customer). Belum lagi dilakukan penghitungan terhadap pendapatan yang diterima oleh toko tersebut. Kesemuanya itu dilakukan secara manual.
Untuk itu, web yang dibangun nantinya tidak hanya sekedar untuk promosi saja, akan tetapi bagaimana secara on-line bisa menyelesaikan masalah-masalah penyajian informasi yang selama ini dilakukan secara manual, misalnya daftar anggota, daftar barang, laporan pemesanan dan laporan pembayaran dan beberapa hal yang lain.
Dari hal-hal tersebut di atas, maka penulis memutuskan untuk mengambil judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA TOKO INFOTECH COMPUTER BERBASIS WEB”.


I.2. Ruang Lingkup Permasalahan


Untuk menentukan solusi yang tepat terhadap suatu permasalahan, maka terlebih dahulu permasalahan tersebut dianalisis dan disusun ke dalam bentuk formulasi yang sistematis. Adapan rumusan masalah yang dibahas pada skripsi ini adalah bagaimana membangun sebuah web dinamis yang membahas tentang pemesanan komputer secara online .
Untuk mencegah meluasnya permasalahan dan pembahasan yang terlalu kompleks, maka dibutuhkan pembatasan masalah. Adapun batasan masalah pada penulisan skripsi ini adalah:
1. Web khusus yang membahas tentang pemesanan komputer secara online.
2. Masalah keamanan sistem hanya terdapat pada administrator saja.
3. Transaksi pembayaran atas barang yang dipesan, dilakukan di luar sistem melalui transfer rekening atau dilakukan secara tunai.
4. Transaksi pengiriman barang ke konsumen dilakukan di luar sistem ini dengan bantuan pihak delivery. Sistem ini hanya mencatat transaksi pengiriman berdasarkan slip laporan dari pihak delivery.
5. Laporan yang dihasilkan terdiri dari laporan pemesanan barang dan laporan pembayaran.
6. Dalam 1 proses pemesanan hanya bisa melakukan pembayaran 1 jenis komputer saja.
7. Dalam penulisan skripsi ini menggunakan beberapa aplikasi perangkat lunak seperti Adobe Photoshop, Macromedia Flash 8, dan Macromedia Dreamweaver, PHP sebagai scriptnya dan My SQL sebagai databasenya.
I.4 . Tujuan dan Manfaat Penulisan Skripsi

Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah
1. Untuk mempromosikan atau lebih memperkenalkan perusahaan kepada semua kalangan masyarakat sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran dengan tujuan dapat meningkatkan penjualan.
2. Menyediakan interface yang dapat mempermudah admin dalam mengolah data barang dan memperoleh informasi yang berkaitan dengan kegiatan pemesanan tersebut.
Adapun manfaat dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah:
1. Memberikan informasi tentang komputer yang dipasarkan kepada calon pembeli sehingga mempermudah untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
2. Menggunakan media web atau internet yang dapat membantu divisi marketing atau pemasaran dalam memasarkan hardware sehingga pemesanan barang dapat dilakukan dengan cepat di mana saja dan kapan saja oleh semua kalangan masyarakat.


I.6. Metodologi Penelitian

Pada pelaksanaan skripsi ini, metode penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Riset Lapangan
Riset lapangan dimaksudkan untuk memperoleh informasi secara langsung dari toko tersebut dan juga dunia internet. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
a. Pengamatan, yaitu pengumpulan data dan informasi yang dilakukan dengan cara mengamati langsung ke objek dan juga menganalisa sistem yang sedang berjalan.
b. Wawancara, yaitu pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab dengan pihak-pihak terkait.
2. Studi Pustaka
Data diperoleh melalui buku-buku literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti sebagai bahan referensi bagi penulis.
3. Metodologi Pengembangan Sistem
Untuk membangun web dinamis ini penulis melampirkan bagan metodologi pengembangan sistem di bawah ini.


PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA TOKO INFOTECH COMPUTER BERBASIS WEB


Gambar I.1. Metodologi Pengembangan Sistem

I.8. Sistematika Penulisan

BAB I Pendahuluan
Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai latar belakang, ruang lingkup permasalahan, tujuan dan manfaat, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II Gambaran Umum Perusahaan
Pada bab ini membahas mengenai sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, dan sistem yang sedang berjalan.
BAB III Tinjauan Pustaka
Pada bab ini menjelaskan mengenai teori-teori yang mendukung pembuatan skripsi ini. Beberapa di antaranya penjelasan tentang data dan informasi, mengenai istilah sejarah PHP, dasar-dasar PHP, sampai hubungannya dengan MySQL.
BAB IV Analisa dan Perancangan
Pada bab ini penulis menguraikan pemecahan masalah secara singkat, sistem yang sedang berjalan, data flow diagram, rancangan interface, rancangan database, rancangan output.



BAB V Hasil dan Pembahasan
Pada bab ini penulis membahas mengenai tampilan hasil program pembahasan yang sudah dianalisa dan di rancang dan menganalisa kelebihan dan kekurangan sistem yang dibangun.
BAB VI Penutup
Pada bab ini penulis menguraikan kesimpulan dari keseluruhan penulisan dan saran yang membantu dalam penulisan skripsi .
Read more >>